BELUM PAHAMI SISTEM PPDB SMP-Banyak Orangtua Calon Siswa Kebingungan

Siswa dan orangtua memadati halaman SMPN 4 Wates untuk keperluan PPDB. (MERAPI-AMIN KUNTARI)

WATES (MERAPI) – Hari pertama Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP di Kulonprogo, Kamis (1/7), diwarnai banyaknya orangtua murid yang belum memahami tata cara pendaftaran. Tidak sedikit dari mereka yang bingung dan sulit mengakses sitem pendaftaran online, hingga harus mengandalkan bantuan petugas.

Pantauan di SMPN 1 Wates dan SMPN 4 Wates, calon siswa beserta orangtua sudah memadati lingkungan sekolah sejak pagi. Sebagian besar siswa memang memilih mendaftar di hari pertama. Selain itu, tidak sedikit pula yang datang ke sekolah untuk mengakses informasi tentang PPDB.

Sementara di SMPN 2 Wates dan SMPN 1 Galur, cukup banyak orangtua siswa yang belum paham tentang tata cara pendaftaran. Kepala SMPN 2 Wates, Turismiyati mengatakan, para orangtua belum memahami berkas apa saja yang harus dibawa saat mendaftar. “Mereka juga masih kebingungan soal pendaftaran online,” katanya.

Sebagai upaya antisipasi, pihak sekolah telah memasang pengumuman yang berisi teknis pendaftaran PPDB. Pengumuman tersebut terpasang di dekat loket pendaftaran.

Selain itu, SMPN 2 Wates juga telah menyiagakan enam petugas di tiga loket. Masing-masing di loket penyerahan berkas putri, putra dan loket pengembalian bukti penyerahan berkas. “Sementara untuk sistem pendaftaran online, dibantu oleh pengurus OSIS,” ucapnya.

Kepala SMPN 1 Galur, Sugeng Widadi mengatakan, sistem pendaftaran online di Website Kulonprogo.siap-ppdb.com sempat tidak bisa diakses pada Minggu (30/6) malam. Pendaftaran baru bisa dilakukan pada Senin (1/7) pagi. “Sekitar pukul 04.00 WIB baru bisa diakses,” ujarnya.

Sugeng mengungkapkan, cukup banyak orangtua murid yang tidak membawa berkas pendaftaran online karena belum mengerti cara mendapatkannya. Kondisi ini menimbulkan antrian panjang karena pihak sekolah harus melayani berkas verifikasi juga pendaftaran online orangtua murid.

Kabid Pembinaan SMP, Disdikpora Kulonprogo, Jujur Santoso mengatakan, pihaknya telah menggelar bimtek selama dua hari serta menyosialisasikan sistem zona kepada sekolah. Pihak sekolah kemudian diminta meneruskan ke masyarakat.

“PPDB SMP di Kulonprogo diikuti 36 sekolah yang dibagi menjadi 35 zonasi. Sebab, ada dua SMP yang digabung menjadi satu zonasi yaitu SMPN 1 Wates dan SMPN 4 Wates karena lokasinya yang berdekatan,” jelasnya. (Unt)

Read previous post:
PSIM Langsung Tumbang di Laga Kandang Pertama

BANTUL (HARIAN MERAPI) - Hasil buruk harus diterima PSIM Yogya pada laga kandang perdananya di Liga 2 musim 2019 setelah

Close