Bangkai Ikan 2 Ton yang Cemari Laguna Trisik Dikubur

Bangkai ikan mencemari Lagtuna Trisik. (Antara)

WATES (MERAPI) – Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulonprogo mengubur dua ton bangkai ikan di Laguna Pantai Trisik dengan menggunakan alat berat. Alat berat tersebut membuat lubang-lubang kemudian ikan dimasukkan dan ditutup dengan pasir.

“Penguburan bangkai ikan ini kemungkinan tidak sampai satu hari karena dimulai sejak 08.00 WIB,” kata Kepala Bidang Pemberdayaan Nelayan Kecil Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kulonprogo Sugiharto, Rabu (12/6).

Ia mengatakan penguburan bangkai ikan ini bertujuan supaya tidak mengganggu kesehatan masyarakat dan mengurangi bau busuk bangkai ikan. Sigiharto mengatakan total kerugian yang ditanggung nelayan pembudidaya nila sekitar dua ton. Satu kilogram nila ukuran kecil Rp 13 ribu, sehingga kerugian perkirakan sekitar Rp 26 juta.

Ia mengatakan setelah proses ini rampung, pihaknya akan berkomunikasi dengan para petambak untuk mencari solusi ihwal pengelolaan limbah tambak yang diduga mencemari laguna. Kemungkinan aktivitas pembuangan limbah bakal diberhentikan sementara waktu hingga air di laguna kembali bersih.

Sejauh ini DKP masih sebatas mengimbau kepada para petambak agar tidak membuang limbah ke laguna. Petambak juga diminta membuat bak khusus penampung limbah agar tidak mencemari laguna.

Sementara itu, Ketua Kelompok Bandeng Jaya Supoyo mengatakan, kematian ikan ini lebih dikarenakan faktor alam. Saat musim kemarau, volume air di laguna seluas dua hektare itu menyusut. Ditambah, suhu air menjadi panas, sehingga ikan dipastikan mati.

Dibandingkan tahun ini, lanjutnya, jumlah kematian ikan jauh lebih banyak dibanding 2018 lalu. Total berat ikan yang mati pada tahun itu mencapai tiga ton. (*)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Panti Rapih dan Jasa Raharja Tingkatkan Kerja Sama

YOGYA (MERAPI) -  Kerja sama antara Rumah Sakit Panti Rapih dan PT Jasa Raharja (persero) yang telah dibina sejak 2009,

Close