Partisipasi Pemilih Kecamatan Lendah Paling Tinggi

WATES (MERAPI) – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kulonprogo mengapresiasi masyarakat setempat yang antusias mencoblos pada Pemilu 17 April 2019 dengan tingkat partisipasi mencapai 86 hingga 90 persen di setiap kecamatan.

Ketua KPU Kulonprogo Ibah Muthiah, Kamis (18/4), mengatakan di Kecamatan Lendah, partisipasi masyarakat di beberapa tempat pemungutan suara ada yang mencapai 90 persen. “Partisipasi masyarakat pada Pemilu 2019 sangat tinggi, khususnya di Kecamatan Lendah,” kata Ibah.

Ia mengatakan partisipasi masyarakat untuk mencoblos surat suara untuk calon presiden dan wakil presiden, cukup tinggi. Petugas KPPS terpaksa tidak melayani pencoblosan sejumlah warga karena berbagai alasan, misalnya warga Bekasi ke Kulonprogo dan menggunakan haknya mendadak. Mereka tidak dilayani karena tidak mengurus A5.

“Antusias masyarakat mencoblos sangat tinggi,” ujarnya.

Menurut dia, pemberitaan di media dan media sosial membuat masyarakat bersemangat, terutama untuk pemilihan umum presiden dan wakil presiden. “Itu yang menjadi salah satu penyebab tingginya partisipasi masyarakat,” katanya.

Terkait pelaksanaan pencoblosan di Kulonprogo, Ibah mengakui ada beberapa kekeliruan dalam menghitung kebutuhan surat suara. Logistik datangnya mendadak dan mendesak, KPU harus bekerja cepat. Seharusnya satu bendel ada 25 lembar surat suara, hanya ada 24 lembar.

“Terkait persoalan surat suara dapat kami atasi, karena memang kami sudah menyiapkan teknis mengeluarkan dan mengambil surat suara,” ujarnya.

Ia mengatakan kalau tidak didukung KPU kabupaten/kota, KPPS tidak mau kekurangan surat suara menimbulkan persoalan. KPU secara teknis mengundang PPS dengan DPTb dan DKP gemuk, dan memberikan draf kalau ada masalah. “Alhamdulillah, surat suara di Kulonprogo aman perputarannya,” katanya.

Kemudian, hasil penghitungan suara di Kulon Progo baru masuk pada Kamis sekitar pukul 04.30 WIB. Penyelenggara terkuras tenaganya, sehingga tidak langsung menyerahkan salinan C-1 ke KPU.

“KPPS menyerahkan salinan C-1 setelah ada pengaman di TPS, sehingga ada keterlambatan dalam penyerahannya,” katanya.

Ia mengatakan saat ini, petugas masih mengambil salinan formulir C-1 untuk semua hasil pemungutan suara. Formulir ini menjadi data sistem informasi penghitungan suara (Situng) untuk memenuhi informasi cepat yang dibutuhkan masyarakat.

“Situng ini untuk memberikan informasi kepada masyarakat yang ingin mengetahui hasil pencoblosan di Kulonprogo,” jelasnya. (*)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Untung Besar Hobi Mengoleksi Tanaman Besar

TANAMAN berkarakter yang cocok difungsikan sebagai perindang maupun tanaman hias cukup beragam jenisnya. Jual beli tanaman ini pun cukup semarak,

Close