KASUS HIV AIDS MENINGKAT-Dinkes Kulonprogo Awasi Kawasan Penambangan

WATES (MERAPI) – Jumlah penderita HIV/AIDS di Kulonprogo meningkat tajam. Pemantauan terhadap hotspot atau lokasi potensial penyebaran penyakit menular itu terus digencarkan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulonprogo Baning Rahayujati mengatakan, selama 2018 lalu ada temuan kasus baru sebanyak 53 penderita meski 10 penderita di antaranya sudah meninggal dunia. Padahal, pada tahun-tahun sebelumnya, jumlah penderita hanya berkisar 25 orang saja dan di 2017 ada 30 penderita.

Menurutnya, temuan kasus baru itu diduga juga belum sepenuhnya mengungkap angka riil jumlah penderitanya. “Dari pemetaan yang dilakukan, Dinkes memprediksi ada sekitar 450 orang penderita HIV/AIDS sedangkan yang berhasil ditemukan baru 10-15 persen saja,” katanya, Sabtu (13/4).

Baning menambahkan, kasus HIV/AIDS ini seperti fenomena gunung es. Meski baru sedikit kasus yang ditemukan Dinkes, sedangkan yang belum terungkap dimungkinkan masih sangat banyak.

“Target kami adalah menemukan kasusnya sekaligus mencegah risiko penularannya dengan mencari hotspot atau titik-titik yang berpotensi terjadi penularan melalui kontak darah maupun seksual,” paparnya seperti dilansir Antara.

Ia mengatakan titik kerawanan itu antara lain di tempat hiburan karaoke di wilayah Temon, Alun-alun Wates, hingga area penambangan pasir dan lainnya. Di titik rawan ini, Dinas Kesehatan bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) membuka konsultasi sekaligus penawaran tes secara sukarela. Setidaknya, dalam satu tahun ada 10 titik yang disasar konsultasi dan tes sukarela tersebut.

Khusus untuk kawasan penambangan pasir, terutama areal di sepanjang Sungai Progo wikayah Sentolo, Lendah, dan Galur, kerawanan penularan HIV/AIDS memang cukup tinggi. Pasalnya, di tempat itu disinyalir terjadi praktek prostitusi liar di mana pada waktu tertentu kerap didatangkan pekerja seks komersil (PSK) untuk meladeni para buruh tambang tersebut.

“Kami melakukan pendampingan rutin juga dilakukan bagi kepada berisiko. Seperti kaum homoseksual, waria, penghuni rumah tahanan bahkan ibu rumah tangga yang kini juga berisiko terkena HIV AIDS. Terhadap ibu hamil, Dinkes melakukan screening agar jika mengidap HIV AIDS tidak menularkan kepada anaknya,” katanya.

Sementara anggota Fraksi PKS DPRD Kulonprogo Hamam Cahyadi mengatakan pemkab bersama aparat hukum agar tidak segan menindak tegas para pelaku penyakit masyarakat di antara prostitusi, perjudian dan peredaran minuman keras. “Jangan sampai masyarakat kita yang masih terlilit persoalan kemiskinan makin diperparah dengan rusaknya moral akibat praktik prostitusi yang menumpang gelap di tempat hiburan, judi togel dan peredaran minuman keras di sembarang tempat. Bupati agar berkomitmen untuk memerangi penyakit masyarakat di seluruh wilayah kulon Progo,” desak Hamam.

Hamam juga mengatakan masyarakat Kulon Progo ini masih banyak warga miskin, dan rusak moralnya. Ada juga lingkungan kumuh, miskin, dan semakin tingginya kasus sosial mulai dari prostitusi tinggi, kasus togel dan peredaran minuman keras juga merajalela.

“Persoalan sosial di Kulon Progo ini cukup parah, miskin, lingkungan kumuh dan krisis moral. Persoalan ini jangan dibiarkan berlarut-larut, pemkab harus bergerak cepat,” katanya. (*)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Kurangi Kemacetan Malioboro, Angkutan Online Diminta Bikin Pangkalan

UMBULHARJO (MERAPI) - Pemerintah Kota Yogyakarta meminta operator angkutan online mobil dan motor menyediakan tempat mangkal atau shelter untuk menaikkan

Close