Penataan Glagah Gandeng Pihak Ketiga

Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo (kiri). (Merapi-Amin Kuntari)

TEMON (MERAPI) – Pemkab Kulonprogo berencana menggandeng pihak ketiga dalam penataan Objek Wisata Pantai Glagah di Kecamatan Temon. Kerja sama yang dijalin dengan swasta ini sekaligus untuk menjawab kebutuhan anggaran dalam penataan objek wisata ternama di Kulonprogo tersebut.

Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo, Rabu (27/3) menyampaikan, detail engineering design (DED) atau perencanaan fisik Pantai Glagah diperuntukkan bagi sektor wisata. Pascapenataan, Hasto meyakini bahwa tempat wisata yang dibangun akan lebih baik dan mendatangkan rezeki.

“Kami akan membangun tempat wisata yang lebih baik dan ngrejekeni. Saya berharap bisa kerja sama dengan penghuni di sana (para pelaku usaha) untuk membangun wisata baru di Glagah. Itu harapan saya,” tegasnya.

Meski demikian, Bupati menggarisbawahi bahwa dalam kerja sama tersebut membutuhkan sikap saling menghormati dan saling berkomitmen. Artinya, ketika dalam aturan tidak boleh ada rumah hunian atau penginapan, maka harus ditaati.

Warga yang memiliki penginapan di Pantai Glagah, kemudian diajak untuk berkomitmen mengembangkan wisata menjadi lebih baik. Soal rencana penataan, diklaim Bupati sudah pernah disampaikan kepada warga saat DED Pantai Glagah akan dibuat.

“Kalau mengajak mereka untuk bersama-sama mengembangkan memang belum, karena kita harus punya patner terlebih dahulu, yakni pihak ketiga yang sudah pasti, baru kemudian mengajak warga dalam realisasi penataan,” jelasnya.

Ditanya terkait rencana penggusuran atau penataan lahan tambak dan penginapan di seputaran Pantai Glagah, menurut Hasto masih menunggu adanya kerja sama penataan Glagah dengan PT Angkasa Pura I sebagai pemrakarsa proyek pembangunan Bandara NYIA dan Pakualaman selaku pemilik tanah. Tanda tangan MoU antara ketiganya harus menyertai penataan Glagah. “Kalau sudah MoU, baru kita lakukan (penggusuran),” tegasnya.

Hal ini, lanjutnya, dikarenakan beberapa permasalahan yang muncul di masyarakat harus dicarikan solusi. Menurut Bupati, pelaksanaan MoU akan diikuti dengan pencarian solusi bagi warga, melibatkan PT Angkasa Pura I dan Pakualaman.

Ketua Paguyuban Pondok Laguna, Objek Wisata Pantai Glagah, Subardi Wiyono berharap Pemkab dan pihaknya bisa duduk bersama untuk membicarakan rencana penataan kawasan wisata Pantai Glagah. DED yang dibuat Pemkab Kulonprogo melalui Dinas Pariwisata, dinilai Subardi tidak menyerap aspirasi warga karena kedua belah pihak tidak pernah duduk bersama.

“Objek Wisata Pantai Glagah lebih baik dibuat alami agar bisa menarik wisatawan mancanegara. Namun yang menjadi catatan, sebaiknya tidak melepas keterkaitan antara wisata, kuliner dan penginapan,” katanya.

Sementara Ketua Pondok Penginapan Objek Wisata Pantai Glagah, Bento Sarino menambahkan, pihaknya merasa resah setelah pemberitaan tentang rencana perobohan bangunan penginapan santer terdengar. “Keberadaan penginapan tidak bisa dipisahkan dari objek wisata,” tegasnya. (Unt)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Kementerian Pariwisata Dapat Anugerah Public Relation Indonesia Awards

BANDUNG (MERAPI)-Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dianugerahi penghargaan bergengsi dalam ajang Public Relation Indonesia Awards (PRIA) 2019 yang diselenggarakan oleh PR Indonesia,

Close