AKSES MENUJU PANTAI CONGOT DITUTUP UNTUK PROYEK BANDARA-Warga Protes Minta Jalan Pengganti

Ratusan warga memblokade jalan masuk Pantai Congot. (MERAPI-AMIN KUNTARI)

TEMON (MERAPI) – Penutupan jalan menuju Pantai Congot, Desa Jangkaran, Kecamatan Temon Kulonprogo di area IPL Bandara NYIA yang dilakukan PT Angkasa Pura, Rabu (27/3), menuai protes keras dari warga. Penyebabnya, tidak ada jalan pengganti yang diberikan PT Angkasa Pura I sehingga warga kesulitan mengakses lokasi mata pencaharian mereka.

Berdasar informasi di lapangan, penutupan jalan dilakukan PT Angkasa Pura I untuk mempercepat pengerjaan gorong-gorong saluran air atau sodetan demi kelancaran proses verifikasi oleh Kementerian Perhubungan. Lantaran tidak mendapat jalan pengganti, ratusan warga kemudian menggelar aksi dengan memblokade ujung jalan tersebut.

“Kalau warga tidak bisa lewat, semua juga tidak boleh lewat,” kata Dukuh Nglawang, Desa Jangkaran, Supandi.

Ia mengungkapkan, aksi blokade jalan ini dilakukan warga dari tiga desa yakni Desa Jangkaran, Sindutan dan Palihan. Menurut Supandi, saat masih proses pembebasan lahan, PT Angkasa Pura I sudah berjanji akan membangunkan jalur alternatif sebelum menutup jalan. Sebab, jalan tersebut menjadi akses utama warga untuk pergi bekerja, mulai dari nelayan, petani hingga petambak.

Namun pada kenyataannya, PT Angkasa Pura I tidak membuat jalan pengganti serta menyosialisasikan perihal penutupan jalan kepada warga secara langsung. Pemrakarsa proyek Bandara NYIA itu hanya melayangkan surat pemberitahuan kepada pemerintah desa yang ditembuskan kepada Bupati serta memasang banner berisi pemberitahuan penutupan dimulai 25 Maret. Penutupan jalan kemudian dilakukan kemarin dengan cara menggembok pagar dan memberi timbunan pasir.

Untuk meredam aksi, PT Angkasa Pura I yang datang bersama Pemerintah Desa Jangkaran dan Pemerintah Kecamatan Temon kemudian memperbolehkan warga lewat di jalur menuju Pantai Congot sementara waktu. Hari ini, Kamis (28/3), akan digelar musyawarah di Kantor Proyek Pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta (PPBIY) untuk mendapatkan solusi terbaik.

“Pada prinsipnya kami mendukung penuh pembangunan Bandara NYIA. Tapi, janji yang telah disampaikan pemrakarsa proyek tetap harus dipenuhi. Warga hanya menuntut pembangunan jalan pengganti sebagai akses alternatif jika jalan menuju Pantai Congot ditutup,” tegas Supandi.

Terpisah, Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo mengatakan, pihaknya akan berkomunikasi dengan PT Angkasa Pura I untuk membahas persoalan ini. Pada prinsipnya, Pemkab satu suara dengan warga, yakni menginginkan adanya solusi berupa jalan pengganti sebelum jalur utama menuju Pantai Congot ditutup.

“Karena yang sisi barat sudah mepet dengan sungai, mungkin nanti bisa dibangun bangket atau pagarnya dimundurkan,” katanya. (Unt)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Belanja Pulsa Warga Tinggi, Kulonprogo Luncurkan PulsaKu

WATES (MERAPI) - Pemkab Kulonprogo akhirnya bisa menjadi provider di wilayah sendiri dengan meluncurkan akses internet bernama PulsaKu, Rabu (27/3).

Close