Tali Asih Rp 25 Miliar Bagi Penggarap PAG Cair


Tanda tangan berita acara pencairan tali asih dari Puro Pakualaman kepada penggarap PAG di Kantor BPD DIY Cabang Wates. (MERAPI-AMIN KUNTARI)

WATES (MERAPI) – Dana tali asih bagi warga penggarap lahan Puro Pakualaman atau Paku Alam Ground (PAG) yang terdampak pembangunan Bandara NYIA di Kecamatan Temon, Kulonprogo, akhirnya dicairkan pihak Pakualaman melalui BPD DIY Cabang Wates, Rabu (13/2). Selanjutnya, dana tali asih dengan total Rp 25 miliar untuk 848 penggarap tersebut bisa diambil penerima dengan menggunakan buku tabungan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, penggarap PAG yang menerima tali asih berjumlah 848 orang, terdiri atas warga Desa Jangkaran 121 orang, Sindutan 69 orang, Palihan 182 orang dan Glagah 476 orang. Dari sekian itu, ada empat penggarap warga Palihan yang tidak bersedia mengambil tali asih dari Pakualaman karena menolak pembangunan Bandara NYIA. Adapun besaran tali asih yang diterima masing-masing penggarap berbeda-beda tergantung luas lahan yang ditangani, yakni berkisar Rp 15.590 permeter persegi.

Pemimpin BPD DIY Cabang Wates, Didit Respati Setyadi mengatakan, pencairan dana tali asih oleh pihaknya langsung dikuti dengan pembagian buku tabungan. Desa pertama yang disasar pembagian buku tabungan adalah Sindutan. Ditargetkan, pembagian buku tabungan milik 848 penggarap ini bisa selesai pada Jumat (15/2).

“Teknisnya, kami bersama pihak desa mengundang calon penerima untuk pembagian buku tabungan. Nanti akan ada tahapan verifikasi yang melibatkan aparat desa sebagai upaya untuk memastikan bahwa penerima tali asih benar-benar penggarap yang berhak,” katanya.

Dalam kesempatan itu, berita acara penyerahan dana tali asih warga penggarap PAG yang terkena IPL Bandara NYIA di Kecamatan Temon dibacakan oleh notaris BPD DIY Cabang Wates, Anom Junprahadi. Menurutnya, BPD DIY Cabang Wates bertindak atas dasar surat kuasa dari Puro Pakualaman tertanggal 11 Februari 2019. Dalam pertemuan di Kantor Wakil Gubernur DIY pada 30 Agustus 2018 lalu, telah disepakati dan disanggupi pemberian tali asih sebesar Rp 25 miliar kepada para penggarap PAG yang terdampak pembangunan Bandara NYIA.

“Pada 13 Februari 2019, dana tali asih Rp 25 miliar telah ditransfer ke rekening masing-masing penerima, sesuai daftar nominatif tetap subjek dan objek penggarap PAG. Data penerima dikeluarkan oleh Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kulonprogo,” ungkapnya.

Untuk penggarap yang belum bersedia mengambil tali asih, lanjut Anom, dananya akan disimpan di rekening atas nama pemerintah desa sesuai lokasi lahan yang digarap dan sewaktu-waktu bisa dicairkan pemiliknya. Dana ini bersifat titipan sehingga tidak diperuntukkan bagi APBDes.

Sementara itu, Juru Bicara Puro Pakualaman, Bayudono meminta agar penggarap PAG yang menerima tali asih bisa menggunakan dana tersebut sebaik mungkin. Tali asih ini diharapkan bisa dimanfaatkan untuk modal usaha sebagai pengganti mata pencaharian yang hilang setelah lahan PAG terdampak pembangunan Bandara NYIA. “Tugas saya menyiapkan Rp 25 miliar, kalau ada yang menolak, itu hak dia,” katanya.

Ketua Paguyuban Penggarap PAG Desa Glagah, Sudarman menyampaikan, 476 penggarap di wilayahnya menerima tali asih dengan senang hati tanpa mempersoalkan nominalnya. Masing-masing penggarap di Desa Glagah menangani PAG seluas 2.000 m2 sehingga jika dikalikan Rp 15.590 per m2, maka besaran tali asih yang diterima sekitar Rp 31 juta. “Dana itu akan dipakai untuk modal usaha kecil-kecilan,” katanya.

Adapun penolakan dana tali asih hanya terjadi di Desa Palihan. Kepala Desa Palihan, Kalisa Parahayana mengatakan, empat dari 182 penggarap di wilayahnya belum mau menerima dana tali asih karena merupakan warga penolak pembangunan Bandara NYIA. Meski demikian, Kalisa mengetahui bahwa empat penggarap ini telah menguasakan pengambilan tali asih kepada anaknya masing-masing.

Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kabupaten Kulonprogo R Heriyanto mengatakan, pemberian tali asih bisa bermanfaat bagi warga penggarap yang sudah kehilangan mata pencaharian setelah PAG terdampak pembangunan Bandara NYIA.

Terkait amanat KGPAA Paku Alam X agar Pemkab Kulonprogo melakukan pendataan, menurut Heri sudah dilaksanakan dengan baik. Pihaknya menghimpun data dengan koordinasi bersama paguyuban warga penggarap. “Data yang kami sampaikan, baik luas lahan maupun nominal tali asih, telah ditandatangani penggarap. Data sudah valid dan Pemkab hanya memfasilitasinya,” imbuh Heri.

Heri memastikan, tidak ada bunga dari tali asih Rp 25 miliar yang dicairkan Puro Pakualaman. Warga penggarap yang belum berkenan mengambil, tetap terjamin uangnya karena dititipkan di rekening Pemdes. “Pencairannya tetap melalui Bank BPD,” tambahnya. (Unt)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
MERAPI-NOOR RIZKA Petugas Satresnarkoba Polresta Yogya menunjukkan barang bukti yang disita.
Stres Kerjakan Skripsi, Oknum Mahasiswa Pilih Nyabu

YOGYA (MERAPI) - Diduga stres karena kesulitan mengerjakan skripsi, seorang mahasiswa kampus swasta di Yogya, Hn (31) asal Natuna Kepulauan

Close