Wartawan Kulonprogo Bedah Rumah Warga Kurang Mampu

Gotong royong anggota PWK dalam kegiatan bedah rumah Catur Kuswanto di Sidowayah Hargowilis Kokap. (MERAPI-ISTIMEWA)

KOKAP (MERAPI) – Catur Kuswanto (28), buruh bangunan warga Sidowayah RT 28, Hargowilis Kokap, Kulonprogo, kini bisa berlega hati. Saat hujan mengguyur, rumahnya tak lagi bocor dan becek setelah direnovasi Paguyuban Wartawan Kulonprogo (PWK) melalui kegiatan bedah rumah bersama pihak terkait, dalam peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2019, Minggu (10/1).

Kegiatan bedah rumah dipilih menjadi salah satu peringatan HPN 2019 karena wartawan Kulonprogo ingin menunjukkan kepedulian kepada warga kurang mampu di wilayah ini. Terlebih, hingga kini masih banyak rumah tidak layak huni di Kulonprogo yang membutuhkan bantuan renovasi.

“Kami wartawan Kulonprogo memutuskan patungan untuk bedah rumah Mas Catur hari ini. Kami berharap setelah ini kondisi rumahnya lebih nyaman dan sehat untuk ditinggali,” kata Ketua PWK, Asrul Sani, di sela kegiatan.

Kepedulian yang ditunjukkan PWK, lanjutnya, tidak akan berhenti pada kegiatan ini. Asrul bahkan menargetkan, akan ada lebih banyak rumah yang dibedah dalam peringatan HPN tahun-tahun selanjutnya. Kegiatan ini juga diharapkan bisa memancing pihak lain untuk menggelar kegiatan serupa, yakni membantu merenovasi rumah-rumah tidak layak huni di Kulonprogo.

“Program bedah rumah sudah digalakkan Pemkab Kulonprogo sejak lama. Kami mendukung itu karena bermanfaat bagi masyarakat terutama warga kurang mampu,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, PWK memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp 10 juta. Jumlah ini masih ditambah Rp 5 juta dari BAZNAS Kulonprogo untuk keperluan pembuatan atap, lantai dan dinding. Selain itu, bantuan juga diberikan pihak lain seperti SMP N 1 Kokap yang menyumbang Rp 1 juta ditambah dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kulonprogo. Sementara bantuan alat berupa sapu hasil karya warga binaan diberikan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Wates.

Tak hanya membantu materi, puluhan anggota PWK juga terjun langsung dalam proses renovasi rumah Catur Kuswanto. Bersama masyarakat setempat, para wartawan bergotong-royong dengan diawali peletakan batako pertama oleh Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo. Pelajar dari kelas IX SMP N 1 Kokap dan mahasiswa Universitas Mercu Buana yang sedang KKN di wilayah ini juga ambil bagian, turut membantu proses pembangunan rumah Catur. Rumah yang semula berdinding anyaman bambu dan beralas tanah, dibangun menjadi lebih layak huni juga sehat untuk ditinggali.

Menanggapi kegiatan bedah rumah yang dilakukan PWK, Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo mengapresiasi. Menurutnya, peringatan HPN memang seharusnya diisi dengan acara yang bermanfaat, bukan sekadar hura-hura.

“Kami merasa trenyuh atas kepedulian teman-teman media dalam berbagi kepada masyarakat yang belum beruntung. Ini bisa dicontoh oleh pihak lain, karena setelah ulang tahun masih ada bekasnya. Saya yakin, warga yang disasar akan selalu teringat karena mendapat tinggalan rumah, bahwa renovasinya adalah bagian dari peringatan HPN 2019,” kata Bupati Hasto.

Dalam peringatan HPN 2019 ini, Bupati Hasto berharap agar keberadan media lebih bermanfaat, jaya dan migunani. Pers diwanti-wanti untuk mencerdaskan kehidupan masyarakat dengan cara memberikan edukasi, selalu memberi informasi yang objektif, berimbang dan bukan provokatif. Pers dalam peran ideologi harus berpihak kepada rakyat, kepada bangsa dan negara terutama dalam hal berdikari di bidang ekonomi serta membangun budaya yang berkepribadian.

Sementara penerima bantuan bedah rumah, Catur Kuswanto mengucapkan terimakasih kepada para wartawan dan pihak lain yang telah membantu renovasi kediamannya. Ia merasa senang karena kini bisa tinggal di tempat yang lebih layak. Di rumah tersebut, Catur tinggal bersama istri Turjiyani serta dua anaknya Adelia dan Dita. Ia menempati rumah milik mertua, Rejo Utomo dan Lantur, serta harus menanggung kebutuhan hidup kedua mertuanya. (Unt)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Kelurahan di Sukoharjo Tunggu Pencairan Dana Bantuan Kelurahan

SUKOHARJO (MERAPI) - Sebanyak 17 kelurahan di Sukoharjo menanti pencairan dana bantuan kelurahan dari pemerintah untuk kali pertama pada tahun

Close