Pesona Kebun Teh di Bukit Menoreh

Hamparan deretan tanaman teh serupa permadani hijau di Kebun Teh Nglinggo Samigaluh. (MERAPI-TRI DARMIYATI)

HIJAU, sejuk dan asri itulah yang akan kita rasakan saat tiba di perbukitan Menoreh di Dusun Nglinggo, Desa Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh, Kulonprogo, DIY. Tanaman teh berderet di tepi jalan yang naik turun bak hamparan permadani hijau. Terasering tanaman teh pada lahan berbukit juga menambah keindahan. Sesekali tampak para wisatawan menyembul di antara deretan tanaman teh untuk berswa foto dengan latar hijaunya tanaman teh.

Ya itulah suasana Kebun Teh Nglinggo di Samigaluh. Kebun yang dulunya hanya sebatas sebagai lahan pertanian teh kini telah berkembang menjadi tempat wisata. Daya tarik utama adalah hamparan kebun teh yang menghijau. Tapi jangan dibayangkan Kebun Teh Nglinggo tidak seluas perkebunan teh milik perusahaan seperti Kebun Teh Jamus di Ngawi Jawa Timur atau Kebun Teh di Banjarnegara, Jawa Tengah.

Area kebun teh di Nglinggo terpisah menjadi beberapa bagian di sisi kanan dan kiri jalan yang naik turun. Meskipun tidak luas, tapi tak mengurangi keindahan satu-satunya kebun teh yang berada di wilayah DIY itu. Letaknya yang berada di bukit dan lembah dengan pemandangan beberapa puncak gunung seperti Gunung Merapi dan Gunung Sumbing menambah daya tarik.

Untuk menuju Kebun Teh Nglinggo bisa ditempuh dengan kendaran sepeda motor maupun roda empat. Lokasinya sekitar 40 km dari Kota Yogyakarta dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam. Akses jalan sudah diaspal, tapi medannya cukup ekstrim setelah memasuki gapura area Kebun Teh Nglinggo. Jalan naik turun dengan tikungan tajam. Sesekali ketinggian jalan memilik kemiringan mendekati 45 persen, sehingga harus pandai-pandai mengendalikan kendaraan. Namun medan yang memacu adrenalin itu akan terbayar saat melihat hamparan kebuh teh.

“Jalurnya memang cukup ekstrim naik turun dan berkelok tajam. Tapi setalah sampai di atas, rasanya cukup setimpal dengan pemandangan indah. Dan ternyata ada kebun teh di Yogyakarta untuk refreshing. Tidak perlu jauh-jauh,” tutur Agung salah satu wisatawan yang kali pertama ke Kebun Teh Nglinggo.

Di Kebun Teh Nglinggo wisatawan dapat menyusuri di sela-sela deretan hamparan tanaman teh. Sembari menghirup udara segar dan sejuk perbukitan. Tak lupa sesekali mengambil foto dengan pemandanga terasering kebuh the. Namun menjelang tengah hari, sinar matahari mulai terasa tapi sesekali hembusan angin terasa.

Kebuni Teh Nglinggo kini pun semakin dikenal lewat media sosial dengan pemandangan kebuh teh yang indah. Pengelola desa wisata di wilayah itu terus berbenah untuk memudahkan wisatawan menikmati pemandangan hamparan kebun teh. Mulai dari spot-spot foto menarik di Bukit Ngisis hingga menara gardu pandang yang bisa melihat hamparan kebuh teh yang hijau dari kejauhan.

Setelah capek berkeliling kebun teh cobalah menikmati pemandangan permadani hijau kebun teh dari gardu menara. Untuk mencapai menara itu, wisatawan harus menaiki tangga menanja yang lebaranya cukup bagi dua orang. Pengunjung sesekali terlihat beristirahat di antara tangga berundak itu. Saat sampai wistawan juga harus naik tangga pada bangunan menara. Namun rasa lelah menapaki tangga terbayar saat melihat pemandangan hijau mengitari menara. Tak hanya kebun teh, tapi perbukitan hijau Menoreh. Angin pun berhembus segar di atas menara menambah sejuk suasana.

“Saat di bawah rasanya menara terlihat jauh apalagi anak tangganya banyak dan tinggi. Tapi sampai di atas menara pemandangannya bagus,” ujar Agung .

Menurut berbagai literasi pada tahun 1990 pembibitan teh mulai dilakukan di Nglinggo dengan ketinggian sekitar 900-1.000 meter di atas permukaan laut. Kemudian dilakukan penanaman teh tahun 1991 oleh Dinas Perkebunan Kuloprogo. Lalu sekitar tahun 2004 Nglinggo diresmikan sebagai Desa Wisata Nglinggo dengan ikon andalan kebun teh. Total luas lahan perkebunan teh di Kulon Progo ini sekitar 200 hektare.

Usai berkeliling di kebun teh, wisatawan bisa beristirahat sembari menikmati sajian kuliner di warung-warung kecil di sekitar perkebunan. Tentu saja minuman teh hangat dari racikan daun teh Kebun Teh Nglinggo ditemani camilan khas Kulonprogo seperti geblek. Di warung-warung itu juga tersedia olahan teh yang sudah dikeringkan untuk buah tangan. Akses masuk ke Kebun Teh Nglinggo juga terjangkau yakni Rp 5.000/orang. Tempat ini tentu bisa menjadi salah satu tempat melepas penat dari rutinitas bekerja yang tidak jauh dari Kota Yogyakarta. (Tri)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
BERAKSI DI KENDAL-Pelaku Teror Pembakaran Mobil Kepergok Warga

KENDAL (MERAPI)- Teror pembakaran mobil oleh orang tak dikenal terjadi lagi. Kali ini menimpa Nawang Sumirat warga Desa Karangayu, Cepiring,

Close