Gambar Caleg di Angkot Dicopoti

Pelepasan APK di angkutan umum oleh petugas gabungan. (MERAPI-AMIN KUNTARI)

WATES (MERAPI) – Belasan alat peraga kampanye (APK) milik calon legislatif (caleg) peserta Pemilu 2019 yang terpasang di angkutan umum dicopot petugas gabungan, Kamis (31/1). Pemasangan APK ini dinilai melanggar karena tidak sesuai ketentuan.

Anggota Bawaslu Kulonprogo, Panggih Widodo menyampaikan, pemasangan APK pada kendaraan sudah diatur dalam Peraturan KPU Nomor 23 Tahun 2018, Pasal 51 ayat 2 huruf B. Di dalamnya disebutkan, pemasangan APK pada kendaraan hanya boleh dilakukan di kendaraan pribadi atau kendaraan milik partai politik.

“Jadi kalau di angkutan umum (angkot) tidak boleh,” tegasnya.

Berdasar data yang dikantongi Bawaslu Kulonprogo, ada 14 angkutan umum yang terdapat APK caleg. Namun dalam penertiban yang dilakukan petugas gabungan dari Bawaslu Kulonprogo, Satpol PP dan Dinas Perhubungan kemarin, hanya ada 12 angkutan umum yang memuat APK caleg.

“Hanya sisa dua yang belum ditertibkan. Kalau ketemu saat beroperasi, akan kami tertibkan,” imbuhnya.

Panggih menyebut, tindak lanjut pelanggaran pemasangan APK pada angkutan umum ini dilakukan dengan pelepasan. Sebelum giat, Bawaslu juga sudah menyampaikan pemberitahuan kepada pihak terkait untuk melakukan pelepasan. Namun dalam jangka yang ditentukan yakni 1×24 jam, APK tersebut belum dilepas mandiri.

“Sehingga kami lepas dalam giat kali ini. Ke depan kami akan terus melakukan pengawasan terkait pemasangan APK di angkutan umum juga tempat-tempat yang dilarang,” jelasnya.

Selain pemasangan APK, selama tahapan Pemilu 2019 Bawaslu Kulonprogo juga menemukan pelanggaran lain. Di antaranya adalah pelanggaran administrasi, yakni adanya kampanye tanpa menyampaikan pemberitahuan kepada pihak kepolisian. Padahal seharusnya, pelaksanan kampanye diawali dengan penyampaian pemberitahuan ke pihak kepolisian ditembuskan ke KPU dan Bawaslu.

“Sudah kami temukan dua kali yakni di Kecamatan Temon dan Panjatan. Kampanye dilakukan dengan membagikan kalender, stiker juga kartu nama,” sebut Panggih.

Sementara itu, salah satu pemilik angkutan umum yang kendarannya dipasangi APK, Sugiarto warga Wates menyampaikan, kesepakatan pemasangan APK terjadi antara caleg atau tim sukses dengan sopir kendaraannya. Biaya pemasangan kemudian dibagi dua antara dirinya selaku pemilik dengan sopir. Kendati demikian, Sugiharto enggan menyebut nominal pemasangan APK tersebut.

“Sudah sebulan dipasang di kendaraan ini. Selama dipasang, tidak ada penumpang yang protes atau bertanya,” ucapnya. (Unt)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
DIBUKA KANJENG WIRONEGORO: Pasar Srawung Sapa Aruh Wulenpari

PATUK (MERAPI) - Pembukaan Pasar Srawung Sopo Aruh Wulenpari, Beji, Patuk, Gunungkidul, ditandai dengan pemotongan pita oleh KPH Wironegoro, Rabu

Close