PEMBANGUNAN DIWANTI-WANTI BERKUALITAS BAIK-Sultan: Bandara NYIA Jangan Sampai Kena Banjir

Gubernur DIY Sri Sultan HB X saat meninjau progres pembangunan Bandara NYIA di Temon Kulonprogo, kemarin. (MERAPI-AMIN KUNTARI)

TEMON (MERAPI) – Gubernur DIY Sri Sultan HB X menyoroti pembangunan Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kecamatan Temon Kulonprogo, yang berlangsung cepat karena dikejar target operasional pada April mendatang. Sultan mewanti-wanti agar pelaksanaan proyek nasional itu tetap mengedepankan kualitas sehingga tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari, seperti banjir atau muncul genangan air.

Hal tersebut ditegaskan Sultan saat meninjau proyek pembangunan Bandara NYIA di Kulonprogo, Selasa (8/1). Ia menilai, pembangunan yang dilaksanakan PT Pembangunan Perumahan (PP) sebagai pihak yang ditunjuk PT Angkasa Pura (AP) I sangat berat karena NYIA harus diresmikan sesuai ketentuan, yakni April 2019.

“Semacam Bandung Bondowoso, pagi siang sore malam (bekerja menyelesaikan pembangunan bandara). April itu yang jelas harus siap untuk internasionalnya, berarti ada ruang yang sudah diselesaikan,” kata Sultan.

Sultan menegaskan, dalam pembangunan Bandara NYIA tidak boleh ada alasan tergesa-gesa. Pelaksana proyek harus profesional, yakni melaksanakan pembangunan dengan baik meskipun waktu yang tersedia terbilang pendek.

“Karena bicara profesionalitas, jadi pekerjaan harus baik. Tidak ada alasan karena tergesa-gesa,” tegasnya.

Sultan kemudian mencontohkan persoalan drainase Bandara NYIA. Dari lahan seluas 600 hektare lebih itu, tidak semuanya ditinggikan tujuh meter, melainkan hanya runway, terminal dan sarana penunjang saja. Sultan khawatir, saat musim hujan bagian yang tidak ditinggikan akan ada genangan air yang menjadi danau.

“Karena di sini ada cekungan, sehingga saya khawatir air hujan tidak bisa keluar dari tanah yang tidak ditinggikan. Drainasenya bagaimana, apa keluar dari Bogowonto atau Serang? Perlu didesain sehinga tidak ada danau yang muncul saat musim hujan,” harapnya.

Selain soal drainase, Sultan juga meminta agar bangunan dan desain Bandara NYIA disesuaikan dengan kesepakatan yang sudah ada. Jangan sampai banyak tambahan lain yang membuat keindahan berkurang karena tidak enak dipandang mata.

Di sisi lain, Sultan berjanji, akan menjadikan Bandara NYIA sebagai bekal promosi wisata DIY dalam kunjungannya ke Vietnam pekan depan. Dalam kesempatan itu, pihak yang terkait dengan wisata seperti PHRI dan Asita akan turut serta.

Menanggapi permintaan Sultan, Direktur Utama PT Angkasa Pura I, Faik Fahmi menegaskan, pembangunan Bandara NYIA sangat memperhatikan kualitas. Pemilihan material misalnya, betul-betul diperhatikan agar kualitas bangunan tidak sembarangan.

“Meski cepat, kualitas tetap terjaga. Dalam proyek ini kami berharap ada dukungan semua pihak agar pembangunan berjalan lancar dan sesuai target,” katanya.

Salah satu upaya memaksimalkan pembangunan Bandara NYIA, lanjutnya, adalah dengan melakukan koordinasi rutin. PT AP I bersama PT PP dan pihak terkait selalu berkoordinasi setiap minggu untuk membahas persoalan dalam pembangunan Bandara NYIA.

“Proyek ini akan selesai 100 persen pada akhir tahun 2019. Bandara di Kulonprogo ini merupakan yang paling lengkap dan sanggup didarati pesawat terbesar di dunia,” ungkapnya.

Awal operasional Bandara NYIA, akan melayani penerbangan internasional terlebih dahulu. Diharapkan, kedatangan turis mancanegara ke Kulonprogo bisa membawa dampak positif bagi sektor wisata di DIY.

“Ini menjadi peluang kegiatan ekspor impor. Misalnya produk UMKM Kulonprogo atau DIY yang berdaya saing bisa diekspor ke luar negeri melalui Bandara NYIA,” tandasnya. (Unt)

Read previous post:
Disabilitas Terima Kursi Roda

KARANGANYAR (MERAPI) - Pasangan suami istri asal Kerten Rt 01/Rw VI Kelurahan Jantiharjo, Karanganyar Kota, Slamet-Sulasmini berulangkali mencium kening putri

Close