Investor di Kulonprogo Wajib Menjadi Peserta BPJS

WATES (MERAPI) – Calon investor yang akan beraktivitas dan menanamkan modal di Kulonprogo harus terdaftar menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan maupun BPJS Kesehatan. Jika tidak, Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (DPMPT) Kulonprogo tidak akan mengeluarkan Nomor Induk Berusaha (NIB) maupun menyetujui perpanjangan izin usaha investor tersebut.

Kebijakan ini telah tertuang dalam nota kesepahaman antara BPJS Tk DIY bersama DPMPT Kulonprogo tentang Kerjasama Pelayanan Pendaftaran Kepesertaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan melalui Sistem Perizinan Terintegrasi secara Elektronik atau Online Single Sunmission (OSS) yang ditandatangani, Selasa (18/9). Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan DIY, Ainul Kholid mengungkapkan, kerja sama yang dijalin bertujuan untuk melindungi tenaga kerja.

“Supaya mereka terlindung dari risiko kecelakaan kerja, risiko kematian, risiko tua dan menerima pensiun pada masanya,” kata Ainul.

Dengan kebijakan ini, perusahaan tidak lagi memiliki alasan untuk melanggar. Jika terjadi, perusahaan tersebut akan terjaring dalam OSS dan tercatat belum menjadi peserta BPJS. Nama perusahaan tersebut bahkan ada di dalam OSS yang terintegrasi dengan pusat sehingga akan cepat diketahui.

Ainul menyebut, data nasional yang didapatkan dari Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menunjukkan, hingga 12 September 2018 ada 14.799 perusahaan yang terdata masuk dalam OSS. Dari sekian itu, baru ada 33 perusahaan yang sudah membayar iuran BPJS. “Salah satunya ada di Yogya,” tegasnya.

Ainul kemudian meminta agar seluruh kantor BPJS Ketenagakerjaan di kabupaten dan kota se-DIY menindaklanjuti nota kesepahaman yang telah ditandatangani, agar investor tidak merasa dipersulit. Terlebih saat ini, potensi kepesertaan baru BPJS Ketenagakerjaan di DIY ada sekitar 50 perusahaan dengan total tenaga kerja 400 hingga 500 orang. Mayoritas adalah perusahaan kecil dengan jumlah tenaga kerja terbatas.

Kepala DPMPT Kulonprogo, Agung Kurniawan menyampaikan, di Kulonprogo ada banyak investasi yang akan masuk. Sebagian usaha yang akan dijalankan dipastikan memiliki tenaga kerja sehingga diharapkan bisa terlindungi, baik jaminan hari tua, kecelakaan, kematian dan pensiun.

“Perlindungan yang diberikan oleh BPJS Ketenagakerjaan kepada pekerja akan memberikan ketenangan dalam bekerja, sehingga mendorong produktivitas dan meningkatkan kinerja,” terangnya. (Unt)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
MERAPI-Samento Sihono Petugas menunjukan barang bukti tembakau gorila
CARI TAMBAHAN DENGAN BISNIS NARKOBA-Pengedar Tembakau Gorila Masuk Jebakan Polisi

DEPOK (MERAPI)- Petugas Ditresnarkoba Polda DIY berhasil mengungkap peredaran narkotika jenis tembakau gorila di wilayah Sleman. Dari pengungkapan tersebut petugas

Close