Kontes Hewan Ternak Perlu Dibuat Berjenjang

Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo meninjau kontes hewan ternak di Pasar Hewan Terpadu Pengasih. (MERAPI-AMIN KUNTARI)
Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo meninjau kontes hewan ternak di Pasar Hewan Terpadu Pengasih. (MERAPI-AMIN KUNTARI)

PENGASIH (MERAPI) – Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulonprogo bekerjasama dengan Fakultas Peternakan UGM kembali menggelar kontes hewan ternak di Pasar Hewan Terpadu Kecamatan Pengasih Kulonprogo, Senin (17/9) siang. Kontes ini diikuti puluhan sapi putih dan kambing Peranakan Etawa (PE).

Meski telah digelar rutin selama beberapa tahun terakhir, namun peningkatan jumlah peserta kontes hewan ternak belum signifikan. Kabid Peternakan DPP Kulonprogo, Nursyamsu Hidayat mengungkapkan, semangat para peternak untuk mengikuti kontes serupa masih terbilang rendah. Pasalnya, tidak ada kontes dengan jenjang yang lebih tinggi, baik DIY maupun nasional.

“Padahal penyelenggaraan kontes dengan jenjang lebih tinggi bisa memberikan semangat bagi para peternak,” katanya.

Pada tahun ini, lanjut Nursyamsu, jumlah hewan ternak yang diikutsertakan dalam kontes memang lebih banyak daripada tahun lalu. Setidaknya, ada 82 sapi putih dan 37 kambing PE yang menjadi peserta. “Kontes tahun lalu diikuti sapi 70 ekor dan kambing PE 25 ekor,” sebutnya.

Nusyamsyu berkeyakinan, penyelenggaraan kontes tingkat provinsi dan nasional bisa menambah semangat para peternak dalam membudidayakan bibit unggul. Melalui kontes ini, Pemkab Kulonprogo juga berupaya mengenalkan hasil ternak unggulan di wilayahnya yang cukup membanggakan. Hewan ternak hasil budidaya Kulonprogo bisa bersaing dengan daerah lain, meski tidak memiliki lahan sumber pakan yang melimpah.

Nursyamsu menegaskan, populasi kambing PE di wilayah Kulonprogo tidak ada masalah. Namun untuk sapi putih, jumlahnya masih sangat minim. Saat ini, dari 51.000 populasi sapi yang ada, sebagian besar merupakan sapi merah. DPP kemudian mencoba menekan dengan memperbanyak budidaya sapi putih.

“Kami berharap, pola pikir para peternak sapi di Kulonprogo yang lebih memilih membudidayakan sapi merah ketimbang sapi putih bisa berubah. Sapi merah memang memiliki porsi tubuh yang besar lantaran untuk sapi potong, tapi pakan yang dibutuhkan jauh lebih banyak ketimbang sapi putih,” jelasnya.

Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo berharap, daerahnya bisa menjadi penghasil daging ternak yang besar. Dengan potensi lahan pakan yang ada, Bupati Hasto yakin hal tersebut bisa terwujud. “Lahan di sepanjang bantaran Sungai Progo misalnya, juga beberapa tempat lain, sangat berpotensi,” ujarnya. (Unt)

Read previous post:
PERSIJA KONTRA PSIS DI SSA MALAM INI – Sama-sama Butuh Poin Krusial

  BANTUL (MERAPI) - Laga menarik bakal tersaji ketika Persija Jakarta menjamu PSIS Semarang pada pekan ke-22 kompetisi Liga 1

Close