Hasil Panen Gapoktan Marem Pancen Marem

Petani Gapoktan Marem memanen padi di lahan pertanian Giripeni. (MERAPI-AMIN KUNTARI)
Petani Gapoktan Marem memanen padi di lahan pertanian Giripeni. (MERAPI-AMIN KUNTARI)

WATES (MERAPI) – Hasil panen padi Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Marem, Desa Giripeni, Kecamatan Wates, Kulonprogo, pada musim tanam kedua tahun ini mengalami peningkatan lebih dari satu ton tiap hektarnya. Peningkatan ini pun disambut gembira oleh para petani lantaran diikuti dengan peningkatan harga hasil panen mereka.

Ketua Gapoktan Marem, Desa Giripeni, Untung Suharjo menyampaikan, pada musim tanam (MT) pertama Februari lalu, hasil panen kelompoknya berkisar sembilan ton per hektare. Kemudian pada MT kedua Juli ini, hasil panen mengalami peningkatan menjadi 10,06 ton per hektare. “Selisih satu ton lebih,” katanya, Kamis (5/7).

Tahun ini, lanjut Untung, para petani anggota Gapoktan Marem menanam padi varietas ciherang. Pada MT pertama tanaman padi kelompoknya sempat diserang organisme pengganggu tanaman (OPT) berupa penggerek batang dan patah leher. Sementara pada MT kedua, serangan hama lebih sedikit karena ketersediaan air sangat minim pascaditutupnya irigasi Kalibawang untuk keperluan perbaikan.

Sebelum irigasi ditutup, para petani terlebih dahulu telah menerima pemberitahuan. Gapoktan Marem kemudian memberanikan diri tetap menanam padi dengan perhitungan matang. Dengan menyebar gabah di waktu yang tepat, tanaman padi petani bisa merekah matang sempurna saat irigasi ditutup. Penyiraman sebulan sebelum masa panen kemudian dilakukan dengan cara manual, yakni memompa air dari sumber serta membendung sungai untuk menaikkan debit sungai pantek.

Kegembiraan petani tidak hanya berupa hasil panen melimpah saja, namun juga disertai peningkatan harga. Jika pada MT pertama gabah kering dihargai Rp 4.000 per kilogram, pada MT kedua ini meningkat menjadi Rp 5.000 per kilogram. Penyebabnya, banyak lahan pertanian di Kulonprogo yang tidak bisa panen padi lantaran sumber air Kalibawang ditutup. Tidak sedikit petani yang kemudian memilih menanam jagung lantaran kebutuhan airnya tidak banyak.

Peningkatan hasil panen Gapoktan Marem ditanggapi positif oleh Wakil Bupati Kulonprogo, Sutedjo. Menurutnya, ini menjadi satu langkah masyarakat menuju kemandirian pangan dan swasembada pangan. Pemkab Kulonprogo, katanya, bahkan punya cita-cita kedaulatan pangan. (Unt)

Read previous post:
PPDB SMP SLEMAN-Calon Siswa Berebut Sekolah Favorit

PAKEM (MERAPI) - Calon peserta didik baru tingkat SMP tahun ajaran 2018/2019 mulai saling berebut ke sekolah yang menjadi favorit

Close