Terlilit Utang, Gasak HP Tetangga

 

Ungkap kasus pencurian dengan tersangka SR di Mapolres Kulonprogo. (MERAPI-AMIN KUNTARI)
Ungkap kasus pencurian dengan tersangka SR di Mapolres Kulonprogo. (MERAPI-AMIN KUNTARI)

KOKAP (MERAPI) – Bingung tidak bisa membayar utang lantaran belum memiliki penghasilan tetap, pemuda warga Dusun Pripih Desa Hargomulyo Kecamatan Kokap Kulonprogo, SR (20) nekat menggasak barang-barang berharga milik tetangganya sendiri, Rustam Agung Jatmiko (38). Karena sudah tahu persis tempat korban menyimpan kunci rumah, SR berhasil menyatroni rumah Rustam dengan mudah.
Pencurian ini telah dilakukan SR di kediaman Rustam sebanyak dua kali.

Dengan leluasa, ia beraksi saat pemilik rumah sedang bekerja. SR masuk ke rumah korban lewat pintu depan dengan menggunakan kunci yang disimpan di sofa teras. Ia pun beraksi sangat rapi. Setelah selesai melancarkan aksinya, ia mengunci kembali rumah korban dan meletakkan kunci di tempat semula.

“Kami menerima laporan dari korban, awal November 2017 lalu. Ia kehilangan HP, tablet, jam tangan dan laptop,” kata Kapolsek Kokap, AKP Satrio Arif Wibowo, dalam press release di Mapolres Kulonprogo, Jumat (23/2).

Menindaklanjuti laporan Rustam, polisi melakukan penyelidikan. Hasilnya, diterima informasi adanya aktivitas jual beli HP di salah satu counter wilayah Temon dengan ciri-ciri pelaku sama dengan SR. Berbekal informasi tersebut, polisi menggeledah rumah SR dan menemukan barang-barang milik korban yang hilang. Polisi kemudian mengamankan pemuda yang hanya menempuh pendidikan sampai kelas VIII SMP ini di kediamannya, Selasa (19/2).

Penangkapan SR sempat diwarnai aksi melarikan diri saat petugas meminta ia menunjukkan lokasi pembuangan jam tangan. Namun dengan sigap polisi menggagalkan upaya tersebut dan langsung meringkus pelaku. “Pelaku mengelak telah mencuri laptop korban. Hingga kini, kami masih mencari keberadaan barang tersebut,” imbuh AKP Satrio.

Saat dimintai keterangan, SR mengaku nekat mencuri lantaran memiliki utang. Ia sehari-hari hanya membantu orang tuanya memetik dan mengupas sabut kelapa sehingga tidak memiliki penghasilan cukup. “Saya ada utang Rp 5 juta untuk beli motor dulu. HP hasil curian saya jual seharga Rp 500 ribu,” ungkapnya.

Akibat perbuatannya, SR bakal dijerat Pasal 362 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan hukuman maksimal lima tahun penjara. (Unt)

 

Read previous post:
ANIAYA PENAGIH UTANG-Preman Kampung Dituntut 1 Tahun Penjara

  BANTUL (MERAPI) - Terdakwa seorang preman kampung, Smd bin Semito Wiyono (47) warga Bungas Sumberagung Jetis Bantul dituntut 1

Close