• Senin, 24 Januari 2022

Kejujuran Membawa Nikmat 2: Cemburu Itu Bunga-bunganya Cinta

- Rabu, 25 Agustus 2021 | 10:40 WIB
Parno cemburu setiap kali Dina menerima telpon dari orang lain. (Ilustrasi Sibhe)
Parno cemburu setiap kali Dina menerima telpon dari orang lain. (Ilustrasi Sibhe)

EMPAT tahun sudah usia pernikahan Parno dengan Dina. Tidak ada ujian berat yang harus mereka lalui, lantaran pernikahan sudah mereka rencanakan jauh-jauh hari dan keduanya juga sudah siap secara mental maupun materi.

Namun dalam kehidupan tak ada yang mulus selamanya. Masalah pasti akan datang, baik itu dari dalam sendiri atau bisa juga datangnya dari pihak luar.

Memang hanya masalah-masalah kecil yang harus dihadapi Parno, kecuali keturunan yang mulai dirasakan sebagai hambatan dalam meraih kebahagiaannya bersama sang istri.

Sekalipun Dina hanya bekerja secara part time, namun hal itu tentu membuat perhatiannya mengurus rumah menjadi berkurang. Di lain sisi, hubungan sosial yang terjadi di lingkungan kerja memaksa Dina harus berhubungan dengan banyak pihak.

Baca Juga: Mengenal Sosok Semar 1: Tokoh Bijaksana dan Sakti dalam Dunia Mistis Jawa

Hal inilah yang tak dipikirkan Parno sebelumnya. Ternyata ada rasa cemburu di hatinya, ketika melihat Dina menerima telepon dari orang lain di hadapannya. Sekalipun dia tahu itu urusan pekerjaan, namun upaya untuk menghilangkan rasa cemburu tetap saja sulit.

"Telepon dari siapa?" tanya Parno.

Sekalipun pertanyaannya biasa, namun nada yang diucapkan membuat Dina merasa agak risih. Dia tahu suaminya cemburu. Dia juga pernah dengar ungkapan bahwa cemburu itu tandanya cinta. Namun hal itu dianggap Dina cukup mengganggu.

"Dari relasi kerja, Mas. Mas Cemburu ya?"

Ada rasa malu juga Parno, ketika istrinya menuduh dirinya cemburu. Tuduhan yang sangat beralasan dan memang benar adanya.

Baca Juga: MUI Lebak Minta Warga Tak Terprovokasi Kasus Muhammad Kece

"Ah tidak, hanya pengin tahu saja," kata Parno mencoba mengelak.

"Ini tadi telpon dari Pak Badrun, dia menanyakan barang pesanannya sudah dikirim belum, karena ditunggu tiga hari belum sampai," terang Dina sejelas-jelasnya agar suaminya percaya.

"Percaya, mas percaya seratus persen pada dik Dina. Bukankah dik Dina juga pernah cemburu, saudara sepupu dikira selingkuhan mas?"

Dengan gemas Dina mencubit lengan Parno dan bergelayut manja di pundaknya. Pertengkaran-pertengkaran kecil juga sering terjadi, yang sebenarnya semua berawal dari rasa cemburu.

Baca Juga: Gantungkan Cita-cita Setinggi Langit 1: Banyak Teman Banyak Rezeki

Tapi setelah itu mereka kembali mesra, bahkan lebih mesra dari biasanya. Rasa cemburu rupanya seakan menjadi bunga-bunga dalam kehidupan mereka, yang justru semakin mengharmoniskan suasana rumah tangga muda tersebut.

"Tiga golongan yang tidak akan masuk syurga dan Allah tidak akan melihat mereka pada hari kiamat, orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, wanita yang menyerupai pria dan dayuts (suami yang tidak memiliki rasa cemburu kepada istrinya)." (HR. Nasa’i, Hakim, Baihaqi dan Ahmad). (Bersambung)

 

Halaman:
1
2

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X