Keris tradisional niscaya alami perkembangan, siapa menjaga tradisi?

- Rabu, 24 Agustus 2022 | 06:00 WIB
Dr Sindung Tjahyadi, M Hum dalam sarasehan Keris Gaya Kontemporer dan Gaya Tradisional serta Penerimaannya di Masyarakat, Selasa (23/8/2022).  (Tangkapan Layar YouTube tasteofjogja disbud diy)
Dr Sindung Tjahyadi, M Hum dalam sarasehan Keris Gaya Kontemporer dan Gaya Tradisional serta Penerimaannya di Masyarakat, Selasa (23/8/2022). (Tangkapan Layar YouTube tasteofjogja disbud diy)

HARIANMERAPI.COM - Keris dalam kacamata tradisi budaya ternyata juga niscaya mengalami perkembangan.

Hal tersebut karena keris sebagai benda budaya dan tradisi tidak lepas dari peran manusia sebagai subyek.

Keris berkembang mengikuti kreasi manusia sebagai pewaris tradisi dan budaya.

Baca Juga: Keris gaya kontemporer menyimpang dari pakem, apa boleh?

Hal tersebut terungkap saat Dr Sindung Tjahyadi, M Hum memaparkan materinya dalam sarasehan Keris Gaya Kontemporer dan Gaya Tradisional serta Penerimaannya di Masyarakat, Selasa (23/8/2022).

Sarasehan tersebut merupakan rangkaian acara Jogja International Heritage Festival (JIHF) 2022 yang berlangsung luring dan daring di Grha Keris Yogyakarta.

Sindung mengatakan, bahwa tradisi bukan sesuatu yang beku melainkan selalu berkembang. Dia menjelaskan, bahwa keris berkembang dari zaman purba sebagai senjata tikam menjadi benda asesori.

Baca Juga: Gubernur DIY Sri Sultan HB X resmikan Grha Keris Yogyakarta, terungkap sejarah keris ada sejak Abad 8

Keris berkembang dari bentuk dan fungsinya, mempunyai pernik ricikan yang mengandung pesan moral dan makna-makna simbolik tertentu.

Halaman:

Editor: Sutriono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X