• Jumat, 8 Juli 2022

Kesultanan Banten 1: Sunan Gunung Jati Menyebut Jihad Selain Melawan Musuh Juga Perang Melawan Hawa Nafsu

- Senin, 9 Mei 2022 | 09:10 WIB
Saat berada di Wahanten Pasisir, Syarif Hidayatullah bertemu dengan Nyai Kawung anten putri Sang Surosowan.  (Ilustrasi Pramono Estu)
Saat berada di Wahanten Pasisir, Syarif Hidayatullah bertemu dengan Nyai Kawung anten putri Sang Surosowan. (Ilustrasi Pramono Estu)

harianmerapi.com - Kesultanan Banten merupakan salah satu kerajaan Islam di Provinsi Banten. Pada awalnya kerajaan ini berada di bawah kekuasaan Kerajaan Demak,

namun kemudian melepaskan diri pada tahun 1552 dan mengalami masa keemasan di zaman pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa.

Berikut sejarah singkat Kesultanan Banten, yang dirangkai dari berbagai sumber.

Baca Juga: Kisah Nyata Bayi Nangis Terus Ternyata Makan Cabe Rawit dan Maling Buku yang Didoakan Rajin Membaca

Letak geografis Kerajaan Banten ada di bagian utara yang sekarang merupakan provinsi Banten.

Kerajaan Banten itu sendiri di wilayah Banten bagian paling ujung Pulau Jawa dan pada awalnya masuk dalam wilayah Kerajaan Sunda.

Sejarah Kerajaan Banten diawali ketika Syekh Syarif Hidayatullah yang lebih dikenal dengan nama Sunan Gunung Jati yang bermukim di Cirebon,

bersama dengan Pangeran Walangsungsang melakukan syiar Islam hingga ke wilayah Banten.

Pada masa itu wilayah tersebut namanya Wahanten. Syarif Hidayatullah dalam syiarnya memaparkan, bahwa arti jihad tidak hanya dimaksudkan perang melawan musuh-musuh saja, namun juga perang melawan hawa nafsu.

Baca Juga: Kejadian Mistis Main Petak Umpet Masuk Wilayah Pekarangan Makhluk Halus, ini Akibatnya

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X