• Sabtu, 13 Agustus 2022

Meninggal karena Bunuh Diri Nabrak Kereta Api, Ini Penampakannya

- Jumat, 22 April 2022 | 19:05 WIB
Pak Karlan kaget ada penampakan potongan kaki korban meninggal bunuh diri. (Ilustrasi Pramono Estu)
Pak Karlan kaget ada penampakan potongan kaki korban meninggal bunuh diri. (Ilustrasi Pramono Estu)

harianmerapi.com - Kereta api sebagai moda transportasi yang memiliki rel sebagai jalan sendiri, toh tetap saja ada korban meninggal tertabrak. Baik itu yang sengaja nabrak untuk vbunuh diri maupun seperti tak sengaja tertabrak.

Pada era tahun 1950-an kondisi kereta api juga belum maju seperti sekarang. Guna menarik rangkaian gerbong masih menggunakan lokomotif uap.

Balok kayu jati adalah sebagai bahan bakarnya. Setiap melaju di atas rel, loko berwarna hitam itu selalu membawa bekal potongan kayu jati. Ditata di “bagasi”, yang berada di bagian belakang lokomotif.

Baca Juga: Rumah Munadi di Plosokuning Ngaglik Sleman Hancur Akibat Ledakan Mercon, Seperti Ini Kondisinya

Sore itu Pak Wasino sebagai masinis didampingi Pak Karlan sebagai pembantu masinis, membawa rangkaian kereta dari stasiun Kutoarjo menuju stasiun Tugu, Yogyakarta, sebagai tujuan akhir.

Sampai di stasiun Sentolo suasana sudah gelap. Merasa laju kereta agak tersendat, Pak Wasino menyuruh Pak Karlan untuk mengamati tungku loko.

Ternyata benar, bahan bakar berupa potongan kayu jati sudah saatnya ditambah.

Dengan sigap pembantu masinis itu menuju ke “bagasi”loko, akan mengambil beberapa potong kayu jati.

Dia membolak-balik dan memilih potongan kayu yang cukup besar. Agar cukup untuk menempuh perjalanan yang masih tersisa.

Baca Juga: Pulang dari Rumah Orangtua Dapat Bingkisan Dikencingi Sapi dan Pengalaman Pertama Memasak Setelah Menikah

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X