• Jumat, 8 Juli 2022

Legenda Sunan Tembayat 8: Perjalanan Nyai Ageng Kaliwungu Tertinggal, Menjadi Asal Usul Nama Daerah Boyolali

- Selasa, 5 April 2022 | 03:30 WIB
Nyai Ageng Kaliwungu tertinggal perjalanannya dan berusaha menyusul suaminya, Pangeran Mangkubumi. (Ilustrasi Pramono Estu)
Nyai Ageng Kaliwungu tertinggal perjalanannya dan berusaha menyusul suaminya, Pangeran Mangkubumi. (Ilustrasi Pramono Estu)

harianmerapi.com - Dalam legenda Sunan Tembayat, selama perjalanan dari Semarang menuju Jabalkat Pangeran Mangkubumi memberi tetenger nama beberapa daerah yang dilalui.

Setelah memberi nama Salatiga, maka selanjutnya adalah daerah yang kemudian diberi nama Boyolali hingga sekarang.

Saat Nyai geng Kaliwungu tak juga sampai, Pangeran Mangkubumi bertanya-tanya sendiri. Apakah istrinya ini sudah lupa bahwa mereka masih dalam perjalanan.

Baca Juga: Legenda Sunan Tembayat 1: Semarang Lama Dahulu Bernama Pragota, Daerah Pesisir dengan Gugusan Pulau Kecil

Maka setelah menunggu beberapa waktu lagi dan istrinya tak juga tiba, Pangeran Mangkubumi memutuskan untuk melanjutkan perjalanan.

Setelah Pangeran Mangkubumi jauh berjalan, Nyai Ageng Kaliwungu tiba di batu besar tempat Pangeran Mangkubumi beristirahat.

Nyai Ageng pun melepas lelah di batu itu. Sambil beristirahat Nyai Ageng bergumam.
“Kyai, baya wis lali garwane. Teko ninggal bae.”

Apakah Kyai sudah lupa sama istri. Kok main tinggal saja. Begitulah kiranya Nyai Ageng nguda rasa.

Selang beberapa saat, Nyai Ageng Kaliwungu merasa sudah cukup beristirahat, ia pun kembali berangkat.

Baca Juga: Legenda Sunan Tembayat 2: Ki Ageng Pandanaran Wafat Digantikan Pangeran Mangkubumi, Menemukan Wilayah Semarang

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X