Misteri Jalur Sepeda 2: Salah Memilih Jalur Setapak, Diikuti Sosok Misterius

- Sabtu, 19 Februari 2022 | 22:00 WIB
Sosok yang mengikuti Maryanto seperti tak merasa kelelahan. (Ilustrasi Pramono Estu)
Sosok yang mengikuti Maryanto seperti tak merasa kelelahan. (Ilustrasi Pramono Estu)

harianmerapi.com - Jalur setapak yang mereka lalui makin misteri. Maryanto merasa aneh karena tidak sampai-sampai.

Pedal sepeda mulai dipelankan. Maryanto memberi tanda kepada Santo yang di belakang. Mereka berhenti dan Maryanto membuka gawainya, dilihat peta posisinya.

“Harusnya tidak lama lagi kita sampai di jalan aspal. Kamu masih kuatkan San?”

 Baca Juga: Misteri Jalur Sepeda 1: Sudah Kelelahan dan Ingin Cepat Sampai Tujuan, Lewat Jalur Setapak

Santo terlihat mengangguk, mereka kembali menaiki dan mengendarai sepedanya. Tetapi Santo memilih menyalip kawannya dan menempatkan diri di depan.

Kebingungan Maryanto mulai menyeruak, mungkin karena lampu sepedanya makin meredup, sedangkan lampu Santo masih cerlang dan ingin memberi penerangan jalan.

Lima belas menit perjalanan sudah mereka lalui. Kini Maryanto kehausan, diminumnya air minum yang dirinya bawa.

Cukup aneh, biasanya Santo tidak betah menahan minum jika bersepeda cukup lama. Namun tak pernah terlihat Santo meminum kala itu. Jam pintar Maryanto bergetar, terdapat pesan masuk.

Baca Juga: Enam Pilar Kebahagiaan Berkeluarga, Salah Satunya Menciptakan Kehidupan Beragama

Diangkatnya lengan kiri Maryanto. Dilihatnya pesan masuk pada jam tangannya. Matanya cukup terbelalak. Dirinya sesekali melihat ke depan takut menyambar pohon atau ranting-ranting. Kembali lengan kirinya diangkat, pesan kembali dibacanya dengan teliti.

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X