• Sabtu, 28 Mei 2022

Ekspansi Panembahan Senopati ke Jawa Timur 5: Retno Jumilah Tak Mampu Melawan dan Bersedia Diperistri

- Rabu, 19 Januari 2022 | 15:00 WIB
Retno Jumilah mencoba melawan Panembahan Senopati namun tak berdaya dan akhirnya rela diperistri. (Iustrasi Pramono Estu)
Retno Jumilah mencoba melawan Panembahan Senopati namun tak berdaya dan akhirnya rela diperistri. (Iustrasi Pramono Estu)

harianmerapi.com - Putri Retno Jumilah siuman dari pingsannya setelah ditinggal Panembahan Madiun mengungsi menghindari serangan Panembahan Senopati.

Simbok emban pun memberikan keris wasiat kiai Gumarang peninggalan Panembahan madiun. Retno Jumilah menerima keris itu.

Segera saja Retno Jumilah yang cantik masuk ke kamar untuk bertukar baju dengan pakaian layaknya seorang laki-laki, nyengkelit keris di dadanya, menggenggam sepucuk pistol, dan menyiapkan serampang lalu duduk di ruang depan Kadipaten. Siap menerima kehadiran musuh,

Baca Juga: Mengasah Hati Nurani Remaja dengan Iman agar Menjadi Pribadi yang Berperilaku Positif

Panembahan Senopati sudah mengerti jika Panembahan Madiun beserta keluarga pergi dari Kadipaten dan putrinya ditinggalkan.

Beliau pun bergegas ke sana dengan berjalan kaki. Hatinya senang sekali membayangkan kecantikan wajah Retno Jumilah yang sudah diimpi-impikannya sejak tiba di Madiun dan mesanggrah di tempat itu.

“Dorrr...!” Retno Jumilah menembak dada Panembahan Senopati lalu melempar dengan serampang. Namun Panembahan Senopati yang mengenakan baju Antakusuma tidak mempan peluru dan tetap melangkah dengan gagahnya ke arah Retno Jumilah.

“Jika aku tusuk dengan keris ini dadamu tidak tembus nyata-nyata kau orang sakti mandraguna,” ancam Retno Jumilah sambil melotot dan mengacungkan keris yang telah dihunusnya.

Baca Juga: Cerita Misteri Melindas Akarnya, Tanpa Sadar Bersepeda Hanya Berputar-putar Mengelilingi Pohon Beringin

Panembahan Senopati kedher juga melihat keris pusaka di tangan perempuan yang sedang marah itu. Beliau berhenti melangkah dan berdiri di pintu sambil memandanginya dengan sorot mata yang tajam, sesekali bibirnya dihiasi dengan senyumnya yang menawan.

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Terkini

X