• Kamis, 26 Mei 2022

Keris Tangguh Ento-entho 3: Eksodus dari Majapahit Bentuk Pengabdian Leluhur pada Kasultanan Mataram

- Senin, 17 Januari 2022 | 15:00 WIB
Hanya Empu Entho Wayang yang berhasil mewariskan keahliannya pada keturunan. (Ilustrasi Pramono Estu)
Hanya Empu Entho Wayang yang berhasil mewariskan keahliannya pada keturunan. (Ilustrasi Pramono Estu)

harianmerapi.com - Ada tiga pembuat keris alias empu ternama pewaris zaman kerajaan Majapahit saat awal berdirinya Kasultanan Ngayogyakarta.

Mereka adalah empu Entho Wayang, empu Rajekwesi dan empu Lobang yang merupakan generasi keturunan ke-11 dari Empu Tumenggung Supadriyo, yang juga seorang empu kenamaan pada masa Kerajaan Majapahit.

Mereka melakukan eksodus dari bekas kerajaan Majapahit ke kerajaan yang baru berdiri, Kasultanan Ngayogyakarta.

Baca Juga: Cerita Misteri: Astaga, Anak Sudah Lama Meninggal Kok Muncul Lagi Bertelanjang Dada Berenang di Selokan

Diceritakan Sungkono, ini bentuk pengabdian para leluhurnya dalam upaya memperkuat kasultanan Mataram yang dipimpin Sultan Hamengku Buwono I.

Dijelaskan Empu Sungkono Harumbraja, para leluhurnya sebelum memilih mengabdi pada Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, sempat juga melayani pembuatan berbagai pusaka dan keris pada kerajaan besar di Jawa.

"Sebelum palih negari akibat perjanjian Giyanti, leluhur kami juga pernah mengabdi dan melayani pembuatan berbagai pusaka dan keris di Kerajaan Mataram Islam, dari masa Pajang, Mataram Kotagede, Kerto, Kartosura hingga Surakarta," paparnya.

Setelah Perjanjian Giyanti yang membagi Kerajaan Mataram menjadi dua wilayah, keturunan Empu Tumenggung Supadriyo memilih hijrah memasuki Yogyakarta.

Baca Juga: Hidup Seimbang, Sumber Segala Sumber Kebahagian Hidup Dunia dan Akhirat

Empu Entho Wayang memilih tinggal di dusun Entho-entho, Moyudan yang letaknya relatif berdekatan dengan pusat pemerintahan sementara yang saat itu berada di Pesanggrahan Ambarbinangun, Gamping.

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X