• Sabtu, 28 Mei 2022

Keris Tangguh Entho-entho 1: Tiga Empu Ampuh Andalan Sultan HB I Keturunan Zaman Kerajaan Majapahit

- Senin, 17 Januari 2022 | 09:00 WIB
Tiga empu keris keturunan dari zaman kerajaan majapahit. (Ilustrasi Pramono Estu)
Tiga empu keris keturunan dari zaman kerajaan majapahit. (Ilustrasi Pramono Estu)

harianmerapi.com - Keris tangguh Entho-entho dikenal sebagai salah satu pewaris sejak zaman Majapahit. Meski sudah beda pemanfaatanya, namun sampai sekarang masih dikenal di kalangan penggemar perkerisan.

Pada zaman dahulu, keris memiliki fungsi utama sebagai senjata dalam peperangan, sekaligus sebagai benda pelengkap sesajian.

Namun sekarang keris lebih dianggap sebgai kelangenan serta pelengkap dalam upacara atau pakaian adat. Meski juga masih ada yang memanfaatkannya sebagai pelengkap sesaji.

Baca Juga: Menumbuhkan Semangat Kompetisi di Kalangan Remaja Sebagai Daya Rohaniah Guna Mencapai Prestasi Terbaik

Kehebatan sebuah keris pada zaman dulu tak bisa dilepaskan dari pembuatnya yang disebut empu. Sejarah perkerisan di Yogyakarta memiliki catatan tersendiri.

Hal itu seiring dengan pergerakan politik dalam negeri kerajaan Mataram Islam di Surakarta. Pasca perjanjian Giyanti pada 13 Februari 1755 - yang membagi kerajaan Mataram Islam menjadi dua kerajaan, yaitu Kasunanan yang berkedudukan di Surakarta alias Solo dan Kasultanan di Yogyakarta - turut mempengaruhi banyak hal di kedua kerajaan sagatra terkait dengan identitas masing- masing.

Ketika Pangeran Mangkubumi mulai membangun kasultanan, tidak serta merta langsung mendirikan singgahsananya di Ibukota kerajaan di Yogyakarta yang sekarang ini. Tapi erlebih dahulu menempati dan membangun pesanggrahan di Ambarketawang sebagai lokasi transit dalam masa transisi "palihan negari".

Setelah Pangeran Mangkubumi mendeklarasikan diri bergelar Hamengku Buwono I, maka Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat berdiri.

Baca Juga: Cerita Misteri Lari Pagi Melewati Kuburan Diikuti Wanita Berambut Panjang Bau Amis

Berdirinya kerajaan baru membawa konsekuensi, membutuhkan berbagai kelengkapan yang berkaitan dengan kerajaan. Termasuk juga salah satunya soal berbagai jenis pusaka yang menjadi simbol kebesaran kerajaan.

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X