• Minggu, 23 Januari 2022

Mensyukuri Nikmat 47: Tak Ada Kata Terlambat untuk Bertobat

- Jumat, 22 Oktober 2021 | 12:30 WIB
Darti dan Purbo sudah bertobat dan memperbanyak ibadah. (Ilustrasi Sibhe)
Darti dan Purbo sudah bertobat dan memperbanyak ibadah. (Ilustrasi Sibhe)

SEJAK peristiwa penangkapan Dewi atas kasus prostitusi dan akhirnya bisa diselesaikan oleh Yono, sikap Darti pun berobah total.

Ia menyadi sadar, betapa sikap dan kelakuannya selama ini telah salah. Cara mendidik anak sangat salah. Maka sudah seharusnya ia bertobat untuk memperbaiki diri.

Dewi yang ia manjakan dari sejak kecil, ternyata setelah dewasa menjadi orang yang sesat jalan. Bahkan telah mempermalukan keluarga karena menjadi pekerja seks komersial. Pekerjaan yang sangat memalukan.

Baca Juga: Raden Mas Sandeyo Kiai Mlangi 6: Berkunjung ke Kadipaten Pasuruan Sebagai Seorang Santri

Sementara Yono anak tirinya yang ia sia-siakan selama ini, telah mencapai kesuksesan luar biasa. Bisa menunaikan ibadah haji, dan terakhir menolong kesulitan besar yang ia alami.

Ada perasaan malu besar di hati Darti, namun hal itu juga telah mampu menyadarkan dirinya. Rasa ego dan ketidakadilan yang telah ia lakukan selama bertahun-tahun ternyata membuahkan hasil yang sangat merugikan dirinya sendiri, baik secara materi maupun psikis.

Secara terus terang ia telah menyatakan permintan maaf dan penyesalan mendalam pada Yono. Dan juga suaminya yang selama ini telah ia perlakukan semena-mena.

Baca Juga: Misteri Si Jubah Merah 3: Hilang Setelah Warga Pasang Lampu Penerangan

"Allah telah memberikan hidayah pada Ibu melalui Yono. Mulai sekarang, Ibu harus lebih banyak beribadah. Kita ini sudah tua, mari lebih banyak mendekatkan diri pada Allah. Mulai kita kurangi ambisi duniawi yang sebentar lagi kita tinggalkan," kata Purbo pada Darti.

Penyesalan memang selalu datang belakangan. Namun tak ada kata terlambat untuk berubah ke arah yang lebih baik lagi. Harta yang tersisa sekarang memang tinggal sedikit, namun tak ada gunanya menengok ke belakang.

"Harta yang lebih berharga adalah hati yang bersih. Semoga kita masih diberkahi dengan hati yang bersih, sehingga bisa melakukan ibadah dengan benar," lanjut Purbo yang membuat Darti tak kuasa meneteskan air mata dan menangis tersedu-sedu.

Baca Juga: Rasa Khauf Kepada Allah Adalah Wajib. Bagaimana Cara Menggugah Rasa Takut Itu?

Perubahan besar sikap dan tindakan Darti pada awalnya membuat anak-anak sangat terkejut. Namun ternyata hal itu berdampak sangat besar pula.

Dewi, Bagas dan Bagus pun ikut-ikutan menyadari kesalahannya selama ini. Dewi jadi lebih banyak berdiam di rumah, sekaligus menemani anaknya yang sudah makin besar.

Saat Darti pergi ke pengajian di masjid, Dewi pun tak pernah ketinggalan selalu ikut. Meski pada awalnya terasa kaku dan agak malu dilihat para tetangga, namun lama-lama perasaan itu hilang juga. Bahkan para tetangga menyambutnya dengan senang hati, melihat keluarga Purbo telah mengalami perubahan besar. (Bersambung) *

 

 

Halaman:
1
2

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X