• Selasa, 30 November 2021

Mensyukuri Nikmat 26: Istri Pertama Meninggalkan Warisan Melimpah

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 20:00 WIB
Yani berpesan pada Purb agar merawat anak-anak mereka dengan adil. (Ilustrasi Sibhe)
Yani berpesan pada Purb agar merawat anak-anak mereka dengan adil. (Ilustrasi Sibhe)

MESKI sesungguhnya menjadi pewaris dari harta peninggalan orang tuanya, Yani sebenarnya tidak ingin menguasainya sendiri. Ia merasa bahwa semua harta yang ada sekarang ini juga menjadi milik suaminya, Purbo. Bahkan juga madunya, Darti.

Karena itu, Yani sebagai istri pertama sudah berniat kelak akan membagi semua harta yang ada secara adil kepada semua anak-anak sesuai dengan hukum agama.

Hal itu pernah ia sampaikan secara lisan kepada Purbo, meski belum secara tertulis karena merasa anak-anak masih kecil dan ia sendiri juga terhitung masih muda.

Baca Juga: Mensyukuri Nikmat 1: Suka Berdandan dan Berganti-ganti Pacar

Baca Juga: Mensyukuri Nikmat 2: Mencari Istri dengan Pertimbangan Harta

Baca Juga: Mensyukuri Nikmat 3: Baik Buruk Selalu Jadi Gunjingan

Namun yang namanya rencana ternyata tinggal rencana. Kehidupan tenang keluarga Purbo tiba-tiba dikejutkan dengan peristiwa yang di luar dugaan.

Suatu pagi Yani merasa badannya meriang. Awalnya dianggap sakit panas biasa, namun dengan cepat seluruh badannya terasa sakit dan pegal-pegal.

Purbo pun membawa istrinya itu ke Puskesamas. Dari pemeriksaan awal, diketahui Yani terkena leptospirosis, bakteri berbahaya yang sangat mematikan. Dari Puskesmas Yani dirujuk ke rumah sakit di kota, agar mendapat perawatan lebih baik.

Baca Juga: Mensyukuri Nikmat 4: Merasakan Hidup Jadi Orang Kaya

Baca Juga: Mensyukuri Nikmat 5: Ternyata Ada Wanita Lain

Baca Juga: Mensyukuri Nikmat 6: Mantan Pacar Hamil Minta Tanggung Jawab

Dua hari Yani mendapat perawatan dan mencoba bertahan dari rasa sakit luar biasa. Namun takdir sudah menentukan, Yani harus menghadap Sang Khaliq.

Ia tak sempat meninggalkan pesan kepada dua anaknya yang masih kecil-kecil, Sumi usia 10 tahun dan Dodo usia 8 tahun.

Hanya kepada Purbo ia sempat berkata, jika Allah SWT memanggil dirinya, suaminya diminta untuk membesarkan dua anaknya dengan baik, sama seperti ia membesarkan tiga anak dari Darti.

Baca Juga: Mensyukuri Nikmat 7: Ada Masalah Besar di Depan

Baca Juga: Mensyukuri Nikmat 8: Rahasia Terbongkar di Mata Keluarga Istri

Baca Juga: Mensyukuri Nikmat 9: Mencoba Mengelak dari Kenyataan

"Ibu jangan bicara seperti itu. Bapak yakin Ibu akan kuat dan bisa sembuh lagi," kata Purbo ketika itu.

"Iya, tapi Bapak harus janji ya, tolong dibimbing Sumi dan Dodo agar bisa menjadi anak yang soleh," kata Yani yang tubuhnya semakin lemah.

"Bapak janji, tapi Ibu juga harus janji harus kuat ya biar bisa sembuh lagi."

Baca Juga: Mensyukuri Nikmat 10: Mantan Pacar Hamil, Dipaksa Beristri Dua

Baca Juga: Mensyukuri Nikmat 11: Salah Tingkah di Depan Istri

Baca Juga: Mensyukuri Nikmat 12: Perihnya Harus Berbagi Suami

Rupanya itu merupakan percakapan terakhir mereka, karena setekah itu Yani pingsan sampai akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.

Kesedihan pun dirasakan Sumi dan Dodo. Mereka belum siap ditinggalkan ibu, sekalipun masih ada ibu tiri. Begitu pula dengan ketiga anak Darti, sekalipun hanya anak tiri bagi Yani, namun mereka bisa merasakan sikap keibuan yang tak berbeda dibanding ibu kandungnya sendiri. (Bersambung) *



Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X