• Minggu, 23 Januari 2022

Misteri Pring Petuk 1: Hanya Berputar-putar di Jalan yang Sama

- Rabu, 22 September 2021 | 21:20 WIB
Ada yang terasa aneh, mobil hanya beputar melewati jalan yang sama. (Ilustrasi Pramono Estu)
Ada yang terasa aneh, mobil hanya beputar melewati jalan yang sama. (Ilustrasi Pramono Estu)

PRING atau bambu petuk wujudnya sebatang bambu dengan dua tunas ranting yang saling bertemu, satu tunas menjulang ke atas, satu tunas lainnya menjulur ke bawah.

Menurut kebudayaan tradisional Jawa, pring petuk adalah suatu pusaka atau jimat yang dianggap dapat mendatangkan keberuntungan bagi pemegangnya. Pengalaman misteri soal pring petuk ini, pernah dialami Ali.

Aldi tidak pernah menyangka bahwa kepergiannya meninggalkan Ibu Kota Jakarta justru membawanya pada kehidupan lain. Menyusuri dimensi waktu yang tidak pernah ia duga sebelumnya.

Baca Juga: Kejujuran Membawa Nikmat 25: Tak Ada Kesuksesan Tanpa Kerja Keras

Sebagai salah satu aktivis kampus tentu mengabdikan dirinya di Lereng Gunung Merapi adalah sebuah tantangan. Dengan keyakinan yang kuat ia dan beberapa temannya menuju Yogyakarta.

Lereng Gunung Merapi dengan segala pesonanya menyimpan misteri tersembunyi. Joko merupakan satu-satunya penduduk asli Yogyakarta. Ia yang selama ini membuat rasa penasaran Aldi semakin menjadi.

Begitu juga dengan teman-temannya yang begitu yakin bahwa petualangan mereka justru akan dimulai di Lereng Gunung Merapi.

Baca Juga: Kisah dan Pesona Ratu kalinyamat 7: Menjelang Malam Nisfu Syaban Datang ke Masjid untuk Berdoa

“Berapa lama lagi kita akan sampai?”
“Sebentar lagi.” ucap Joko sembari menyetir.

Aldi pun kembali tertidur, sementara Jodi masih asik merekam perjalanan mereka. Nampak perbukitan menjulang begitu megahnya belum lagi pohon bambu memenuhi sepanjang jalan.

Aroma pohon mulai tercium, samar-samar cahaya matahari terlihat mengabur. Udara dingin pun begitu terasa. Jodi mulai menutup kaca mobil dan mematikan kamera. Tak lama Adzan Magrib berkumandang.

Baca Juga: Ritual Pisungsung Gunung, Pageblug Rampung 2: Harapan Sebuah Kebahagiaan Hidup di Dunia dan Akherat

“Jok! Masih jauh perjalananya?”
“Sebentar lagi.”

Danu yang sejak tadi setia menemani Joko menyetir mulai gelisah. Pasalnya selama perjalanan ia tidak pernah tertidur dan begitu memperhatikan jalan yang telah dilalui Joko. Ia mencoba tenang dan mempercayakan pada Joko, meskipun hati kecilnya mulai khawatir.

“Jok, sepertinya sejak tadi kita hanya berputar-putar saja."
“Ah, itu hanya perasaanmu saja.”
“Sungguh Jok, jalan ini persis seperti gambar yang kuambil tadi.”
“Wajar saja jika mirip, seluruh pemandanag jalan hanya dipenuhi pepohonan rindang.”

Baca Juga: Percaya Ritual Gaib Tarik Pusaka, Lansia di Kulon Progo Ini Tertipu Rp 580 Juta

Aldi pun mulai penasaran seharusnya mereka sudah sampai sejak tadi. Aldi mulai memperhatikan video yang diambil Jodi. Memang benar jalan yang dilaluinya saat ini persis dengan video yang diambil Jodi beberapa waktu lalu.

“Berhenti Jok!”

Joko yang kaget pun mengerem mendadak, hampir saja menabrak pohon. Mereka semua saling berpandangan. Ada sesuatu yang janggal menimpa mereka. Sejak tadi tak ada satu kendaraan pun yang melintas.

Baca Juga: Hutan Pinus Sudah Uji Coba Dibuka, Pemkab Bantul Usulkan Pantai Parangtritis Menyusul

Tepat di depan mereka nampak sebuah batu besar yang serupa dengan video yang direkam Jodi. Aldi meyakinkan teman-temannya bahwa merkea tersesat. (Seperti dikisahkan Iis Suwartini UAD di Koran Merapi)

 

Halaman:
1
2
3

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X