• Rabu, 1 Desember 2021

Harimau Smarabumi Lawan Santet 4: Tetangganya Meninggal dengan Perut Membesar

- Senin, 20 September 2021 | 07:16 WIB
Satet berbalik ke pengirimnya dengan perut membesar. (Ilustrasi Pramono Estu)
Satet berbalik ke pengirimnya dengan perut membesar. (Ilustrasi Pramono Estu)

SETELAH tubuhnya kembali normal, Pak Amat duduk. Harimau smarabumi berdiri dengan kedua kaki belakang, kaki depannya yang sebagai tangan memegang perut kanan dan perut kirinya (malang kerik).

Matanya bercahaya taringnya tampak runcing-runcing, telinganya bergerak-gerak. Rupanya harimau smarabumi itu bisa berbahasa manusia.

Harimau itu bilang: “Hai Pak Amat kamu disantet tetangga sawahmu dan sudah saya sembuhkan. Bagaimana mau dibalas atau tidak?”

Baca Juga: Kejujuran Membawa Nikmat 23: Tak Semudah Membalikkan Tangan

Pak Amat itu menjawab: “Terima kasih Ki Smarabumi, sebaiknya dibalas”.

Harimau smarabumi itu kembali duduk dan bilang: “Okey.”

Sekejap kemudian paku-paku serta pecahan kaca dihembus oleh harimau smarabumi hingga beterbangan di langit. Kemudian kelapa pun dilempar ke atas lalu menghilang. Harimau smarabumi pun minta pamit dari hadapan Pak Amat lalu menghilang.

Baca Juga: Manfaat Daun Sawo Kecik Sebagai Pengharum Tubuh dan Singkirkan Kolesterol Jahat

Waktu itu sudah menunjukkan pukul 04.00 WIB ketika Pak Amat membangunkan isteri dan anak-anaknya. Seisi rumah terkejut melihat Pak Amat sudah sehat walafiat, padahal waktu akan tidur semalam perut dan seluruh tubuhnya sakit.

Pak Amat kemudian menceriterakan kepada anak dan isterinya, bahwa yang menyembuhkan penyakitnya adalah Ki Smarabumi. Dan juga diceriterakan bahwa penyakit yang diderita itu akibat santet dari tetangga sawahnya.

Pada malam Jumat Kliwon, Pak Amat mengadakan selamatan ucap syukur karena ia sudah sembuh dari penyakit yang membahayakan itu. Dia juga menyediakan saji-sajian lengkap yang diletakkan di belakang rumahnya.

Baca Juga: Kisah dan Pesona Ratu Kalinyamat 5: Banyak Konflik Terjadi Setelah Suami Meninggal

Bersamaan dengan selamatan yang diadakan oleh Pak Amat, terdengar berita bahwa tetangga sawahnya yang belum lama bertengkar dengan Pak Amat meninggal dunia dengan perut membesar dan muntah darah.

Juga terdengar di desa sebelah ada dukun yang meninggal dunia dengan perut membesar dan muntah darah. Dengan adanya dua kematian itu, Pak Amat tahu bahwa santet yang mengenai dirinya telah dikembalikan mengenai yang mengirimkan.

Peristiwa itu menjadi pembicaraan orang-orang yang rumahnya dekat denga rumahnya Pak Amat. Kejadian itu merupakan pelajaran bagi kita janganlah bertindak yang tidak baik kalau hanya masalah kecil saja.

Baca Juga: Nenek Menggendong Kayu Tiba-Tiba Menghilang Tak Berbekas

Apalagi minta pertolongan kepada setan pasti akan menimbulkan malapetaka dikemudian hari. Kalau ada masalah dengan sesama atasilah dengan baik-baik. Ingat kita diminta untuk mengasihi sesama oleh Tuhan. Bertindaklah dengan penuh sabar, kasih, rendah hati dan terus mengendalikan diri. (Seperti dikisahkan Drs. Subagya di Koran Merapi) *

 

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Misteri Musang Jadi-Jadian Pemakan Ayam Orang Kampung

Senin, 15 November 2021 | 22:00 WIB
X