• Senin, 24 Januari 2022

Arwah Gentayangan Jadi Tumbal Siluman Kuda

- Kamis, 2 September 2021 | 05:25 WIB
Terdengar ringkikan kuda di tengah malam. (Ilustrasi Pramono Estu)
Terdengar ringkikan kuda di tengah malam. (Ilustrasi Pramono Estu)

ORANG mencari pesugihan selalu menyisakan cerita misteri, karena berbagai risiko yang harus dihadapi. Bahkan saat si orang bersangkutan sudah meninggal dunia sekali pun. Termasuk mereka yang mencari pesugihan lewat perantara siluman kuda.

Kisah ini diawali ketika Yanto, seorang mahasiswa di sebuah universitas di Jawa Tengah yang tinggal di kos-kosan yang letaknya lumayan jauh dari kampus. Bahkan kalau berangkat ia harus membonceng sepeda motor temannya.

Karena hal itulah Yanto kemudian pamit kepada pemilik kosnya untuk pindah kos-kosan. Setelah sekian lama mencari, ia akhirnya menemukan sebuah kos-kosan yang dekat dengan kampus. Jarak dari kosnya yang baru dengan kampus dapat ditempuh dengan berjalan kaki selama 10 menit.

Baca Juga: Suka Mabuk-mabukan, Sudah Mati pun Masih Minta Arak

Selain karena letaknya yang dekat, menurut Yanto harga kosnya juga relatif murah. Yanto pun merasa nyaman tinggal di kos-kosan

Tetapi rasanya nyaman itu mulai sedikit terusik setelah Yanto tinggal kurang lebih selama satu minggu. Yaitu adanya suara ringkik kuda di tengah malam.

Malam itu Yanto pulang ke kosnya agak malam karena ia harus mengerjakan tugas di rumah temannya. Setelah membuka pintu, ia kemudian menutup pintu dan berbaring di sofa di ruang tamu. Saat sedang asyik berbaring di sofa di ruang tamu, ia mendengar suara ringkik kuda itu lagi.

Kali ini ia memberanikan diri untuk mencari arah suara itu. Ternyata suara itu berasal dari bekas kandang kuda di belakang kosnya.

Baca Juga: Mungkinkah Ada Hantu Sapi Gentayangan?

“Tidak ada siapa-siapa di sini,” kata Yanto setelah melihat di sekitar bekas kandang kuda itu.

Tetapi Yanto kemudian dikejutkan dengan adanya bayangan di belakangnya. Ia kemudian menoleh untuk melihat siapa yang ada di belakangnya itu. Saat menoleh Yanto terkejut, karena yang di belakangnya adalah sesosok manusia berkepala kuda. Melihat hal itu Yanto kemudian pingsan.

Saat bangun Yanto sudah berada di dalam kosnya. Di sekelilingnya banyak warga mengerumuninya. Salah satu warga kemudian bertanya kepada Yanto kenapa sampai bisa pingsan.

"Nak Yanto, kenapa kamu kok sampai bisa pingsan di dekat kandang kuda?" tanya Pak Mardi, tetangganya.

Baca Juga: Gupak Warak, Tanah Subur yang Angker 1: Makhluk Gaib dan Manusia Harus Hidup Berdampingan

"Anu Pak, tadi malam saya dengar suara ringkik kuda, terus saya cari ternyata dari sekitar bekas kandang kuda. Tiba-tiba ada bayangan di belakang saya. Waktu saya nengok ternyata ada manusia berkepala kuda, setelah itu saya nggak ingat apa-apa lagi." Jawab Yanto.

"Ooo, Begitu. Begini Nak Yanto, sosok manusia berkepala kuda yang kamu lihat semalam itu adalah arwah dari pemilik tanah ini, sebelum dibeli oleh pemilik tempat kosmu. Pemilik tanah ini dulu mempunyai pesugihan siluman kuda. Ia memelihara siluman itu agar usaha jual beli kudanya laris," kata Pak Mardi.

"Sampai suatu hari ia tidak bisa memberikan siluman itu tumbal, sehingga ia sendiri lah yang menjadi tumbal siluman itu. Saat hendak dikuburkan, kepala jenazahnya berubah menjadi kepala kuda. Dan sejak saat itu arwahnya selalu bergentayangan di sekitar kandang kuda itu," lanjutnya.

Baca Juga: Aksi Tipu-tipu Jual Beli Tanah

"Saran saya kamu lebih baik pindah dari tempat ini secepatnya," sambung Pak Mardi.

Atas saran Pak Mardi, Yanto kemudian memutuskan untuk pindah keesokan harinya.

"Lebih baik aku tinggal di kos yang agak jauh dari kampus, daripada aku tinggal di kos yang dekat kampus tetapi lihat manusia berkepala kuda itu setiap malam," batin Yanto saat meninggalkan tempat itu. (Dikisahkan: Pandu Eka Prayoga)

 

Halaman:
1
2
3

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Terkini

X