Repotnya Menikah Muda

TERNYATA memang repot menikah di usia muda. Apalagi Gina benar-benar belum siap menjalani kehidupan yang jauh berbeda. Setelah dinikahi Pak Suria, maka Gina pun diboyong ke rumah yang baru.

Itu artinya, ia harus berpisah dengan kedua orang tuanya. Padahal selama ini meski sudah kuliah Gina belum bisa mandiri. Apa-apa masih bergabtung pada ibunya dan sang pembantu.

Tapi sekarang Gina harus mengatur segalanya sendirian. Meski di rumahnya yang baru juga ada pembantu, namun sebagai ibu rumah tangga maka Gina tidak bisa hanya berpangku tangan saja.

Belum lagi tugasnya sebagai seorang istri, suatu hal yang benar0benar baru bagi Gina. Beruntung Pak Suria sudah berpengalaman dan lebih bersikap kebapakan, sehingga bisa menuntun Gina agar tidak terlalu shock menjalani kehidupan dalam suasana baru.

Hal lain yang juga menjadi ganjalan berat bagi Gina, adalah adanya seorang anak dalam keluarganya. Sebagai ibu muda, ia sudah harus menghadapi anak laki-laki Pak Suria hasil pernikahannya dengan istri terdahulu. Gina merasa sangat kikuk harus dipanggil ibu oleh seorang anak yang sudah menginjak usia remaja.

Bona nama anak itu. Biasa sebagai anak baru gede yang tengah mencari identitas. Ada saja ulahnya yang membuat Gina harus lebih bersabar. Sepertinya ada semacam pemberontakan pada Bona, dengan hadirnya Gina sebagai ibu baru baginya.

Gina sendiri bisa memakluminya, karena ia tentu tak bisa menggantikan posisi ibu kandung. Sebagai ibu sambung yang juga masih berusia muda sehingga berjarak tak terlalu jauh soal usia, membuat Gina merasa sungkan untuk bersikap tegas pada Bona. Padahal Pak Suria terlalu sibuk dengan pekerjaannya, sehingga lebih jarang berada di rumah. Hal itu membuat Bona seolah ada kesempatan untuk berbuat seenaknya sendiri.

Berbeda jauh sat Pak Suria ada di rumah, maka Bona selalu bersikap manis. Gina benar-benar merasa diakali oleh Bona dengan sikapnya yang mendua itu. Sementara untuk mencurahkan isi hatinya pada Pak Suria, masih ada rasa sungkan pada diri Gina. (Bersambung)

Read previous post:
ilustrasi
Tak Punya Uang, Mobil Teman pun Digadaikan

Close