Terpaksa Harus Berpisah

RASA senang lulus SMA tak lama dinikmati. Untuk selanjutnya, Gina kembali deg-degan ketika menunggu hasil seleksi masuk perguruan tinggi. Harapnnya, ia bersama dengan Gani bisa sama-sama lolos di perguruan tinggi yang sama, sehingga kebersamaan mereka masih berlanjut.
Harapan itu akhirnya menjadi kenyataan. Betapa senangnya hati Gina, meski juruan yang dipilih Gani berbeda dengan pilihannya. Niatnya hari ini ia akan mengabari hasil seleksi itu, meski Gani pasti juga sudah tahu.

Namun ketika bertemu dengan Gani, ada seraut wajah yang sepertinya tidak mengenakkan.
“Kita sama-sama lolos, tapi kamu kok nggak kelihatan senang sih Gan?” tanya Gina.
“Selamat ya Gin, kamu lolos ke perguruan tinggi yang kamu cita-citakan,” kata Gani tak menjawab pertanyaan.
“Selamat juga untuk kamu, Gan,” sahut Gina mulai curiga dengan sahabat karibnya itu.
“Terima kasih Gina. Tapi maaf ya, aku harus mengambil jalan lain.”
“Maksudmu apa Gan?” tanya Gina makin penasaran.

“Ternyata ayahku telah mendaftarkan aku untuk kuliah ke luar negri. Sebenarnya sudah dari kemarin, aku diterima dan harus segera mengurus semua dokumen yang diperlukan,” terang Gani dengan nada lesu.
“Jadi kamu mau ke luar negri?” tanya Gani setengah tidak percaya.
“Benar Gina. Maafkan aku tidak bisa memenuhi janji kita untuk selalu bersama.”
Sejenak kemudian keduanya saling berdiam diri. Ada rasa kecewa dan kegalauan di hati mereka. Gani sebenarnya merasa berat melepaskan tiket perguruan tinggi yang sudah dalam genggaman. Namun ia tak berani melawan kehendak orang tua, yang menginginkan anaknya melanjutkan kuliah di luar negri.

Begitu pula dengan Gina, tentu ada rasa kecewa lantaran harus berpisah dengan sahabat karib yang dikenanya sejak SMP. Bahkan meski tidak pernah menyatakan rasa cinta satu sama lain, namun mereka sudah sehati dan seolah seperti pasangan kekasih saja.
“Meski aku ke luar negri, namun aku janji, nanti jika sudah lulus pasti akan kembali,” kata Gani memecah kesunyian.
Namun Gina tidak merespon. Ia masih tenggelam dengan rasa kekecewaan yang teramat sangat. (Bersambung)

Read previous post:
LEGENDA GUNUNG BAGUS GUNUNGKIDUL (1) – Mengiring Ayahanda Mengikuti Pisowanan pada Gusti Sultan

Kerajaan Mataram yang gemah ripah loh jinawi, rakyatnya hidup dengan damai dan bahaia di bawah kekuasaan Gusti Sultan Agung. Kehidupan

Close