Jadi Raja dan Ratu

MASA SMA yang berlangsung tiga tahu terasa cepat sekali berlalu. Masa-masa akhir tahun pun sudah tiba. Gina dan Gani menunggu hasil ujian dengan berdebar-debar. Meski mereka dikenal pasangan yang memiliki prestasi akademik bagus, tetap saja ada rasa was-was, karena bisa saja hal-hal yang tak diinginkan terjadi.

Kecemasan memang sifat manusiawi. Dan kenyataannya, Gina dan Gani sama-sama lulus dengan hasil yang sangat memuaskan. Tak hanya mereka berdua, semua teman-teman juga merayakan kelulusan dengan suka cita, karena tahun ini tidak ada teman mereka yang tinggal. Artinya, sekolah berhasil meluluskan siswanya 100 persen.

Namun kebahagiaan lebih dirasakan oleh Gina dan Gani, yang telah membuktikan bahwa pertemanan mereka selama ini tidak menganggu prestasi sekolah. Bahkan saling mendukung di antara keduanya memberi dampak positif. Tak ayal hal itu makin mengokohkan keduanya sebagai pasangan ideal di sekolah. Memang ada satu dua temannya yang merasa iri, namun kebanyakan di antara mereka mengucapkan selamat untuk Gina dan Gani. Bahkan tak sedikit yang meledeknya sebagai pasangan Romi dan Juli atau Rama dan Sinta.

Guru-guru juga mengucapkan selamat untuk keduanya. Mereka bangga melihat prestasi sepasang anak didik yang telah menorehkan prestasi bagus. Bahkan dalam beberapa kesempatan juga sempat membawa harum sekolah saat mengikuti lomba antarsiswa.

Pesta tutup tahun pun seolah menjadi arena penobatan Gina dan Gani sebagai raja dan ratu sekolah. Memang sangat kebetulan nama mereka mirip dan cocok untuk diucapkan secara berpasangan. Kebetulan pula mereka memilih juruan yang berbeda, sosial dan eksakta.

Seorang guru pun sempat bercanda, semoga pasangan serasi itu tetap abadi sampai lulus kuliah nanti bahkan hingga ke jenjang rumah tangga.
“Aamiin…” kata teman-temannya secara serentak saat mendengar ucapan sang guru.

“Saatnya kita semua berpisah untuk mmenempuh pendidikan yang lebih tinggi atau mungkin ada yang langsung ingin bekerja. Namun tampaknya pasangan teman kita yang satu ini punya cita-cita berbeda. Apa ya itu? Hanya mereka berdua yang tahu,” kata Turino, salah satu teman yang memang suka bercanda.

Sontak saja ledekan itu disambut gelak tawa oleh teman lainnya, dan ada yang nyelethu, “Ke pelaminan, dong.”
Gelak tawa pun kembali pecah, sementara Gina dan Gani hanya tersenyum malu. Sungguh masa-masa SMA memang saat yang paling menyenangkan, dan tentu akan mereka kenang hingga tuan nanti. (Bersambung)

Read previous post:
Indonesia Records Rilis 3 Versi Lagu ‘Bahagia Untukmu’

JAKARTA (HARIAN MERAPI) - Indonesia Records akan mengukir sejarah baru di industri musik Indonesia. Label musik tersebut merilis lagu Bahagia

Close