Teman tapi Mesra

LONCENG tanda sekolah sudah usai berdentang dengan keras. Murid-murid pun berhamburan saling berebutan keluar kelas. Suara riuh terdengar di tengah canda para siswa karena pelajaran hari ini telah selesai. Sesaat kemudian kelas menjadi sunyi, karena tidak ada penghuninya. Namun di salah satu bangku di ujung deret paling depan, ternyata masih ada satu siswa asyik dengan HP-nya.

Sepertinya ia tengah menunggu seseorang. Betul saja. Tak lama kemudian muncul dari balik pintu kelas seseorang dengan wajah ceria.
“Haiii,” kata Gani, laki-laki yang baru saja datang.
“Kok lama sih,” sahut Gina, siswi yang ruoanya sedang menunggu tersebut dengan wajah dicemberut-cemberutkan.

“Maafin dong, ini tadi ada urusan dengan Pak Hasan, karena ada tugas kimia yang harus diselesaikan besok,” kata Gani mencoba menghibur Gina.
Dua siswa lain jenis itupun kemudian terlibat dalam pembicaraan yang mengasyikkan. Gina memang punya sifat yang kemanja-manjaan, namun hal itu dilakukannya hanya saat dengan Gani. Jika dengan orang lain, Gina dikenal sangat ketus sehingga hanya memiliki sedikit teman yang bisa akrab dengan dirinya.

Berbeda halnya dengan Gani, yang terbiasa ramah dengan siapa saja. Sifatnya yang supel membuat ia banyak disenangi teman-seman maupun para guru. Ia mudah bergaul dengan situasi yang bagaimana pun.
“Ayo jadi nggak, kita berangkat,” kata Gani.

Tanpa menjawab Gina beranjak dari tempat duduknya. Keduanya lantas beriringan menuju ke tempat parkir motor. Mereka berboncengan menuju ke taman kota, tempat yang sering mereka gunakan untuk bercanda berduaan selepas pulang sekolah. Tempatnya memang nyaman dan banyak remaja lain yang suka nongkrong, sehingga memang tempat terbuka bagi mereka yang ingin mencari angin.

Gina dan Gani, meski bukan bersaudara namun memiliki nama yang mirip. Pertemanan mereka sudah ada sejak duduk di bangku SMP dan berlanjut di tingkat SMA. Secara resmi memang keduanya tidak berpacaran, namun teman-temannya sering meledek bahwa keduanya adalah sepasang kekasih. Gina dan Gani pun menikmati hal itu, karena nyatanya meski hanya teman tapi nyatanya mesra. Meski mereka berbeda jurusan, Gina jurusan sosial sementara Gani jurusan eksakta, namun pertemanan itu tidak terpisah. Mereka pun sudah berjanji, kelak akan melanjutkan kuliah di tempat yang sama. Kecocokan hati memang tak bisa dipungkiri. Meski kadang muncul perselisihan, namun tak lama kemudian sudah beikan lagi seolah tak terjadi apa-apa. (Bersambung)

Read previous post:
Sukoharjo Akan Evaluasi Pelaksanaan Ujicoba PTM 11 Hari Kedepan

SUKOHARJO (MERAPI) - Lima sekolah di Kabupaten Sukoharjo resmi menerapkan uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) selama 11 hari kedepan

Close