Kehilangan Ayah Keduakalinya

HARAPAN Tantro, Pak Kasan bisa segera sembuh dari penyakitnya. Bukan lantaran menginginkan bantuannya, namun budi baik Pak Kasan selama ini memang sudah sangat banyak. Tantro sudah menganggap Pak Kasan ayahnya sendiri, sehingga ia tak ingin kehilangan ayah untuk keduakalinya.

Namun memang manusia hanya bisa berharap. Padahal doa-doa juga selalu dipanjatkan Tantro untuk kesembuhan Pak Kasan. Toh demikian penyakit Pak Kasan tidak juiga kunjung reda. Bahkan kabar terakhir dari tim dokter hang menanganinya memberi tahu bahwa Pak Kasan ternyata menderita penyakit kanker ganas. Kondisi fisiknya pun semakin lemah, sehingga hanya bisa terbaring di tempat tidur.

Kini hanya mukjizat yang diharapkan Tantro demi kesembuhan Pak kasan. Ketiga anak-anak kandung Pak Kasan juga sudah berkumpul, untuk memberikan dukungan moral. Untuk beberapa saat, Pak Kasan tampak bisa lebih baik. Hal ini sempat menimbulkan harapan bagi Tantro dan anak-anak Pak Kasan.

Tapi di lain hari, kondisinya kembali ngedrop. Situasi naik turun ini terjadi secara berulang kali. Tak kurang-kurang, putra-putri Pak kasan sudah mengupayakan pengobatan non medis, seperti obat-obatan herbal. Namun hanya memberi dampak sedikit, dan setelah beberapa saat kondisi Pak Kasan kembali mengkhawatirkan.

Putra-putri Pak Kasan tentunya juga tidak bisa menunggu ayahnya terus-menerus. Dua anaknya yang tinggal di luar kota pun tepaksa kembali ke rumahnya karena sudah punya keluarga sendiri dan urusan pekerjaan yang tak bisa ditinggalkan. Hanya satu putra yang kebetulan tinggal serumah, yang bisa menunggu. Itu pun masih sering ditinggal tinggal untuk urusan bisnis. Tinggallah Tantro bersama Bu Dipo yang setia secara bergantian menunggu Pak Kasan.

Setelah berjuang melawan penyakit kanker selama empat bulan, akhirnya Pak Kasan menyerah juga. Kondisi fisiknya tak mampu lagi menopang, sehingga tim dokter sudah memberi tahu seluruh keluarganya untuk tidak meninggalkan Pak Kasan. Dengan ditunggui seluruh putra-putri beserta menantu dan juga Tantro dengan Bu Dipo, Pak Kasan menghembuskan nafas terakhirnya setelah dituntun untuk mengucapkan kalimat syahadat. Tampak wajah Pak Kasan kelihatan teduh dan tersenyum. (Bersambung)

Read previous post:
Bantaran Sungai Kumuh Diubah Jadi Taman Losari

SUKOHARJO (MERAPI) - Bantaran sungai di wilayah Kampung Pulosari, Kelurahan Gayam, Kecamatan Sukoharjo dengan kondisi kumuh diubah secara swadaya oleh

Close