Manusia Hanya Bisa Merencanakan

WAKTU terasa cepat berlalu. Semua berjalan seperti yang diharapkan Pak Kasan. Meski sudah diangakt anak, namun Tantro tetap dibolehkan untuk berjualan di sela-sela sekolahnya. Hal itu diharapkan agar tak mengubah sifat asli Tantro sebagai pekerja keras. Jangan sampai lantaran semua sudah ditanggung Pak Kasan, kemudian Tantro menjadi nyaman dan hidup santai.

Pak Kasan hanya selalu berpesan kepada Tantro, agar tidak lupa untuk belajar dan menjalankan Salat tepat waktu. Bahkan Salat malam kalau bisa juga dijakankan.

“Kita manusia itu hanya bisa merencanakan, berusaha dan berdoa, karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi esok hari,” pesan Pak Kasan yang sangat diingat Tantro.

Keinginan Pak Kasan untuk membantu Tantro memang tidak setengah-setengah. Selain menanggung biaya pendidikan, Bu Dipo pun direkrutnya untuk menjadi asisten rumah tangga. Jadi Bu Dipo tidak perlu lagi bekerja serabutan ke rumah-rumah tetangga yang membutuhkan tenaganya, karena sudah bekerja tetap di rumah Pak Kasan.

Semua sepertinya berjalan dengan baik dan lancar, hingga tak terasa Tantro sudah duduk di bangku SMA. Ia diterima di sebuah sekolah favorit, karena memang punya kecerdasan dui atas rata-rata. Pak Kasan pun makin yakin, Tantro bakal bisa menggapai cita-citanya.

Namun seperti yang pernah diucapkan Pak Kasan sendiri, bawa manusia hanya merencanakan dan berusaha. Dan saat rencana itu sedang berlangsung, akan ada saja ujian yang harus dialami.

Tiba-tiba Pak Kasan jatuh sakit. Tak disangka memang, karena fisiknya sebagai pensiunan tentara yang semula kelihatan bugar dan sehat. Ia mengeluhkan ada sesuatu yang tidak beres di dalam tubuhnya. Beberapa kali pemeriksaan dokter tidak menemukan sumber penyakitnya. Bahkan hal ini berlangsung sempai tiga bulan. Kadang sakit, kadang sehat. Hal itu berlangsung silih berganti.

KOndisi ini cukup berpengaruh juga pada Bu Dipo dan Tantro, karena konsentrasi Pak Kasan baru untuk memulihkan kesehatannya. Sementara anak Pak Kasan yang tinggal satu rumah dan sudah berkeluarga, kurang begitu memberi dukungan pada Tantro seperti ayahnya. (Bersambung)

Read previous post:
20 Km Jalan Rusak Masuk Prioritas Perbaikan

SUKOHARJO (MERAPI) - Total sepanjang 200 kilometer jalan tersebar dibeberapa kecamatan mengalami kerusakan sepanjang musim hujan ini. Sebanyak 20 kilometer

Close