Dihantui Perasaan Bersalah

MESKI secara fisik kuat, namun jika psikis runtuh, maka bisa berpengaruh juga pada kondisi kesehatan seseorang. Begitu pula dengan Pak Dipo. Sebagai seorang butuh bangunan, tentu fisiknya cukup kuat karena sudah terlatih untuk bekerja keras setia hari.

Namun saat dirinya ditahan atas tuduhan mencuri, maka mentalnya runtuh sampai ke titik paling rendah. Ia tak bisa menerima nasib yang begitu buruk, yang sama sekali tak diduganya. Pikirannya menjadi goyah, sehingga di dalam tahanan seperti orang linglung, tak tahu apa yang sedang terjadi.

Hanya tiga hari setelah meringkuk dalam tahanan, kondisi fisik Pak Dipon pun menurun drastis. Badannya terasa lemah lunglai, sehingga sepanjang hari hanya tiduran saja. Ia sempat muntah-muntah, sehingga teman setahanan berteriak minta tolong.

Saat petugas datang, kondisi Pak Dipo ternyata sudah sangat mengkhawatirkan. Badannya panas sekali dan tak lama kemudian tak sadarkan diri. Petugas pun langsung membawa Pak Dipo ke rumah sakit, untuk dilakukan perawatan lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan dokter, ternyata Pak Dipo mengalami depresi luar biasa akibat tekanan pikiran. Sifat Pak Dipo yang pendiam, rupanya dikarenakan selama ini ia sudah memendam perasaan bersalah tak bisa membahagiakan keluarga. Perasaan itu semakin berat, ketika dirinya menghadapi masalah dengan polisi.

Terpaksa Pak Dipop pun harus dirawat inap di rumah sakit. Hal ini membuat istri dan anaknya semakin bingung dan cemas. Bu Dipo yang mendengar kabar suaminya masuk rumah sakit, kembali dibuat shock. Meski demikian, ia mencoba tetap tabah karena tak ingin anaknya terpengaruh.

Bu Dipo selalu berusahan terlihat tabah di depan Tantro. Padahal Tantro sendiri tahu, kalau ibunya sedang ‘bersandiwara’ di depannya. Karena itu, tantro juga tak ingin menunjukkan sikap sedih dan panik di depan ibunya. Padahal dalam hatinya Tantro yang masih kecil itu merasakan kepedihan yang luar biasa.

“Ayo kita menengok Bapak ke rumah sakit, Bu. Mudah-mudahan sakitnya Bapak tidak parah,” kata Tantro, yang justru mencoba menghibur ibunya.

Bu Dipo pun merasa bersyukur, anaknya ternyata punya pembawaan yang jauh lebih dewasa dari usianya. Mungkin ini dikarenakan tempaan hidup yang begitu keras, sehingga Tantro menjadi terbiasa untuk selalu menyesuaikan dengan keadaan yang tengah dihadapi. (Bersambung)

Read previous post:
ilustrasi
Diserang Gerombolan Klitih, Mahasiswa Masuk RS

Close