Tego Larane Ora Tego Patine

TIM dokter yang merawat Marni sudah berjuang dengan keras untuk melawan penyakit kanker yang dideritanya. Bahkan ada niat untuk membawanha ke luar negri agar mendapat penanganan di ruah sakit yang memiliki fasilitas canggih. Namun sepertinya semua sudah terlambat.

Berawal dari mengabaikan rasa sakit yang sudah cukup lama, maka akibatnya menjadi fatal. Kanker yang menggerogoti tubuh Marni sudah sulit untuk dilawan karena telah menjalar ke organ tubuh vital. Manusia hanya bisa merencanakan, namun pada akhirnya Tuhan yang menentukan.

Pada dini hari yang sunyi, dengan ditunggui kedua orang tua dan saudaranya, Marni pun menghembuskan nafas terakhirnya. Rasa kehilangan sangat dirasakan Pa Baroto. Anaknya yang menjadi kebanggaan atas suksesnya dalam meniti karir hingga meraih kekayaan luar biasa, kini telah mendahului dirinya. Di mata orang banyak, Marni memang menjadi orang sukses, sekalipun mereka tidak tahu bagaimana sebenarnya hubungan dengan keluarganya.
Rasa semedhot juga dirasakan Bu Baroto, yang selama ini telah menahan perasaan dalam menghadapi sikap Marni yang sangat keras jika sudah punya keinginan. Kesedihan itu lebih dirasakan karena hingga akhir hayatnya, Marni masih berstatus gadis. Harapannya untuk mendampingi Marni saat di pelaminan pun sirna.

Marno yang selama ini mempunyai hubungan tidak baik pun turut merasakan kesedihan. Orang bilang ‘tego larane ora tego patine’. Saat mendengar kabar Marni sakit, Marno masih bersikap acuh tak acuh karena kakaknya itu tak pernah memberinya bantuan meski kehidupan ekonominya masih sulit. Bahkan dalam hati Marno ada sedikit rasa senang, berharap kakaknya itu mendapat pelajran hidup.

Tapi saat melihat Marni terbujur kaku, tetap saja Marno tak kuasa menahan rasa sedihnya. Terlepas dari sikapnya selama ini, Marni adalah satu-satunya saudara kandung yang dimilikinya. Marno sangat menyesal selama ini memiliki hubungan yang kurang harmonis dengan kakaknya itu. Sekarang baru sadari, bahwa perlakuan Marni selama ini lebih dikarenakan sikap dirinya juga yang malas-malasan. Past kakaknya juga ingin dirinya sukses seperti dia. Nyatanya beberapa kali sudah pernah diberi kesempatan, namun Marno sendiri yang tak mampu menjalankan sesuai harapan kakaknya.
Menjadi terlihat aneh ketika Marno terlihat menangis ‘ngguguk’ karena kehilangan kakaknya. Sebenarnya itu lebih merupakan perwujudan dari rasa kehilangan yang mendalam. (Bersambung)

Read previous post:
Daun Beluntas Mencegah Keputihan dan Obati Rematik

DAUN beluntas yang merupakan sebuah tanaman kecil yang banyak ditemukan di kawasan yang dekat dengan pantai. Tanaman ini hidup dengan cara

Close