Suami Ternyata Anak Mami

KETIDAKSIAPAN Marno untuk menikah ternyata bukan hanya disebabkan oleh kakak perempuannya yang juga belum menikah. Secara materi Marno rupanya belum siap. Begitu pun dengan mentalnya. Pekerjaannya sebagai karyawan hanya cukup untuk hidup sendiri. Setelah menikah, tentu banyak anggaran tambahan yang harus dikeluarkan.

Meliohat usianyanya, Marno mungkin sudah tergolong dewasa. Tapi ternyata secara psikologis ia tak siap untuk menjadi kepala rumah tangga. Setiap ada masalah, Marno selalu lari pada Bu Baroto.

Ia memang lebih dekat dengah ibunya ketimbang dengan ayah. Ini mungkin sejak kecil Bu Baroto sangat memanjakan Marno, yang ia bangga-banggakan sebagai anak laki-laki.

Lain halnya dengan Marni, yang memang sudah mandiri sejak kecil. Perhatian Bu Baroto jadi kurang pada Marni, karena toh sepertinya anak perempuannya itu tidak suka dimanja dan diperhatikan secara berlebihan oleh orang tuanya.

Watak asli Marno ini pun baru tercium oleh Juwita setelah mereka tinggal serumah sebagai suami istri. Padahal Juwita sendiri sebagai seorang perempuan, juga ingin dimanja oleh suaminya, sementara Marno ternyata masih suka bermanja-manja pada ibunya.

“Ternyata suamiku anak mami. Bagaimana aku bisa bermanja-manja, jika Mas marno sendiri masih suka dimanja,” keluh Juwita dalam hati.

Bulan madu yang indah sebagai pasangan pengantin pun tidak berlangsung lama. Perselisihan kecil mulai terjadi, yang biasanya berbuntut dengan percekcokan. Yang paling sering disebabkan oleh masalah keuangan. Juwita tidak senang sedikit-sedikit Marno masih harus minta pada ibunya, karena memang gajinya kurang mencukupi. Padahal selain kebutuhan pribadinya yang lumayan besar, Juwita juga harus memikirkan perawatan janinnya dalam kandungan. Akhirnya sedikit-sedikit, Bu baroto harus ikut campur tangan dalam rumah tangga, karena mereka memang masih tinggal satu rumah sehingga setiap kejadian apapun pasti diketahui. (Bersambung)

Read previous post:
Mbah Suwarti Tertimpa Atap Rumah

KARANGANYAR (MERAPI) - Janda lansia asal Dukuh Wates Rt01/RW X Desa Jetis, Jaten, Suwarti (81) terbaring lemah di tempatnya mengungsi,

Close