Mandiri Sejak Kecil

SEJAK kecil Marni dikenal sebagai gadis yang enerjik. Ia tak pernah bisa diam dan selalu melakukan kegiatan yang mungkin bagi anak seuisa dirinya kelihatannya cukup aneh. Seolah memiliki tenaga berlebih, ia tak pernah merasa lelah untuk mengerjakan apa saja yang ia inginkan. Tak pernah ia merepotkan orang lain, karena selalu berusaha untuk mandiri.

Sebagaimana layaknya anak kecil, kebanyakan akitivas Marni adalah bermain dan bermain. Jika teman-teman perempuannya sudah lelah, maka Marni beralih ikut permamainan anak laki-laki. Bahkan tak segan-segan Marni sering ikut bermain bola atau sekadar main perang-perangan dengan anak laki-laki.

Di rumah pun Marni tak pernah bisa diam. Apa saja ia kerjakan, meski kadang membuat orang tuanya merasa cukup khawatir juga. Seperti ketika ayahnya harus naik tangga untuk membetulkan genting, Marni tak mau kalah ikut hingga ke atas.
“Marni, kamu tidak usah ikut naik, ini berbahaya,” teriak ayaknya, Pak Baroto.
“Tenang saja Pak, Marni bisa jaga diri kok,” jawab Marni yang tetap saja naik hingga ke atap.

Begitu pun dengan pekerjaan perempuan, Marni tak segan-segan ikut turun tangan. Dari membersihkan lantai, mencuci, hingga memasak di dapur membantu ibunya ia lakukan tanpa merasa lelah.
Kalau tidak ada pekerjaan, Marni selalu bertanya pada ibunya, apa yang bias ia bantu.

“Ibu bisa kerjakan sendiri, Nak. Sudah marni istirahat saja,” kata ibunya yang merasa kasihan melihat Marni yang seolah tak pernah berhenti untuk bergerak.
“Ibu itu bagaimana, anaknya mau membantu kok tidak boleh,” jawab Marni, yang membuat ibunya trenyuh melihat semangat anak perempuannya itu.

Bu Baroto pun bangga dengan Marni yang selalu ringan tangan membantu pekerjaan di rumah. Begitu pun dengan para tetangga, sudah mengenal betul dengan keaktivan Marni di setiap kegiatan. Gagasannya selalu saja ada untuk melakukan hal-hal yang kadang malah tak terpikirkan oleh orang dewasa. (Bersambung)

Read previous post:
Film Tolak Pungli DPMPTSP Pati Juara lomba Kemenkopolhukam

PATI (MERAPI) - Tidak disangka, film pendek yang menceritakan tolak pungutan liar di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu

Close