Cobaan Apalagi yang Engkau Berikan?

USAI pemakaman massal para korban gempa yang meninggal dunia, waktu sudah menunjukkan dinihari. Kelelahan fisik dan pikiran menyelimuti seluruh warga, karena mereka nyaris belu sempat istirshat sehari penuh. Dirga pun menyempatkan diri untuk bersandar di pohon untuk sekadar istirahat. Namun pikirannya tetap tidak bisa tenang. Masih ada tugas yang harus ia selesaikan secepat mungkin, yaitu menemani istrinya yang tengah berjuang menghadapi cedera berat yang dialaminya.

Rusaknya jaringan telekomunikasi membuat Dirga tidak bisa mengikuti perkembangan perawatan istrinya. Sejauh ini ia hanya percaya saja kepada para relawan, yang sebagian sudah dikenalnya. Namun demikian, hatinya tidak bisa tenang juga. Meski masih dalam kondisi kelelahan luar biasa, Dirga pun bertekad untuk segera menyusul istrinya. Karena itu ia bergegas bangun lagi, mencari-cari informasi bagaimana untuk mendapat tumpangan ke rumah sakit.

Saat matahari mulai menyembul, Dirga akhirnya sampai juga ke rumah sakit tempat Hastri dan para korban lain mendapat perawatan. Hati Dirga makin miris ketika melihat betapa mengerikannya dampak dari gempat yang terjadi kemarin pagi. Selain banyak sekali bangunan yang rontok rata dengan tanah, korban manusia pun tak kalah banyaknya. Mereka pada umumnya mengalami luka-luka akibat tertimpa reruntuhan. Ia hanya bisa berharap istrinya tak mengalami luka separah orang-orang yang dilihatnya.

Saat pertama melihat Hastri yang sudah mendapat perawatan, Dirga merasa sedikit lega. Ternyata tidak banyak luka fisik yang dialami istrinya. Rupanya Hastri juga sudah sadar sepenuhnya atas apa yang baru saja menimpanya. Suami istri itupun tak kuasa untuk saling melepas sesak di dada masing-masing. Hastri menangis terisak-isak, sementara Dirga masih mamu sedikit menahan emosi meski air mata tetap saja mengalir membahasi pipinya.
“Sonya, Pah?” kata Hastri yang belum tahu putri semata wayangnya telah tiada.

Namun dari sikap yang ditunjukkan suaminya, Hastri bisa membaca isyarat bahwa Sonya tidak selamat dalam bencana alam kemarin pagi. Meski Dirga tak mengucap kata-kata, justru membuat Hastri makin merasa sedih sehingga tangisnya pun menjadi-jadi. Ia mencoba untuk bangun, namun kakinya tak merasakan apapun. Dirga pun berusaha membantu istrinya, dan saat itulah baru disadari ternyata Hastri mengalami kelumpuhan.
“Ya Allah, cobaan apalagi yang Engkau berikan padaku?” kata Dirga dalam hati saat mengetahi kenyataan istrinya lumpuh. (Bersambung)

Read previous post:
PADEPOKAN WATU PENYU (8) – Panembahan Tejamaruta Gugur dengan Luka Tembak di Dada

Sunan Amangkurat Mas mulai kebingungan melihat prajuritnya banyak menjadi korban dan pasukan inti andalannya kini berbalik memihak lawan. Beliau mulai

Close