Jeritan Terdengar Dimana-mana

ENTAH sudah berapa lama Dirga tertidur, tiba-tiba ia merasa ada yang membangunkan. Dalam kondisi setengah sadar, Dirga mencoba untuk memahami situasi sampai ia akhirnya tersadar. Bukan ada yang membangunkannya ketika badannya merasa bergoyang-goyang, namun ternyata ada gempa bumi.

Sepertinya gempa itu cukup besar, karena goncangannya sangat terasa sampai ada bunyi jendela dan pintu yang bergeretak. Spontan Dirga bangun sampil menggendong Sonya yang masih terlelap tidur.
Ia berusaha secepat mungkin untuk lari keluar dari kamar, dan bahkan keluar rumah.

Saking terburu-burunya dan juga karena diliputi rasa panik, Dirga tanpa sadar menyandung perabot yang berserakan di depan pintu rumah. Ia tak kuasa menahan keseimbangan tubuhnya hingga Sonya terlempar dari gendongan. Dalam sekejap tak ada yang bisa diingat Dirga, kecuali rasa sakit di bagian tubuhnya.

Dirga berusaha sekuat tenaga untuk merangkak membebaskan diri dari himpitan kayu yang menimpa dirinya. Saat mampu berdiri, pertama yang dicarinya adalah sang putri. “Sonya….Sonya….,” teriaknya.

Dirga melihat sekeliling semua sudah dalam kondisi berantakan. Saat itu sudah menjelang pagi, sehingga hanya dapat melihat dengan remang-remang. Tak ada satu pun lampu yang menyala, sehingga di kejauhan masih agak gelap. Tapi Dirga bisa menduga bahwa gempa yang baru saja terjadi telah berdampak luar biasa. Beberapa rumah bahkan sudah terlihat rata dengan tanah. Suara-suara jeritan dan teriakan terdengar di mana-mana.

Dirga pun teringat bahwa ia tengah mencari Sonya. Terakhir yang diingatnya putrinya itu terlempar dari gendongan dan setelah itu semua menjadi gelap. Tiba-tiba telinga Dirga mendengar suara rintihan pelan dari sampingnya. Sponta ia menuju ke arah rintihan suara yang sangat ia hapal itu.
“Sonyaaa….” teriaknya, sambil membongkar bongkahan-bongkahan yang ada di depannya.

Dirga tak kuasa menahan tangisnya, ketika berhasil menemukan Sonya. Namun kondisinya sungguh sangat memprihatinkan. Seluruh badannya dilumuri darah yang sudah mulai mengering. Rupanya Sonya telah tertimpa dinding tembok teras rumah. Badannya yang mungil rupanya tak mampu menahan reruntuhan itu. Dirga segera memeluk Sonya erat-erat dalam pangkuannya.
“A..yaah,” terdengar suara lirih Sonya mencoba untuk berbicara. (Bersambung)

Read previous post:
Polres Gunungkidul Gelar Apel Siaga Bencana

WONOSARI (MERAPI)- Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Gunungkidul menggelar Apel Kesiapan Siaga Bencana mengantisipasi adanya bencana alam dan dampak badai La

Close