Tak Bisa Menerima Kenyataan

JIKA Yono dan Yeyen bahagia dengan segala keterbatasannya, bahkan akhirnya meraih kesuksesan. Maka berbanding terbalik dengan saudar-saudara tirinya yang terbiasa berlimpah dengan harta kekayaan. Keluarga Purbo sekarang sudah kehilangan statusnya sebagai keluarga paling kaya di kampungnya. Bukan saja kekayaan yang tergerus secara perlahan, keharmonisan di dalam rumah juga makin berantakan.

Purbo sebagai orang paling tua di dalam rumah tak kuasa mengandalikan istri dan anak-anaknya. Ia memang sudah menyadari kesalahannya selama ini dan mulai rajin beribadah. Setiap saat menjalankan solat lima waktu di masjid kampung. Namun sepertinya ia kini tengah memetik hasil perilakunya semasa masih muda. Anak-anaknya hasil pernikahan dengan Darti tidak ada yang meraih kesuksesan. Bagus dan Bagas hanya bisa mengandalkan kekayaan dari orang tua untuk menopang kehiduan sehari-hari. Padahal sawah yang mereka miliki tak seluas dulu lagi, sehingga otomatis penghasilan juga berkurang.

Meski begitu, mereka masih berlagak seperti orang kaya. Tak mau kalah dalam penampilan di mata para tetangga, sehingga kadang harus memaksakan diri hanya demi menjaga gengsi. Sebenarnya para tetangga sudah paham dengan keadaan mereka, namun justru Bagus maupun Bagas yang tak menyadari keadaan. Mereka tak bisa menerima kenyataan bahwa kondisi ekonomi keluarga sekarang sudah pas-pasan.

Sementara Dewi yang memiliki anak tapi tak ada suami, sekarang menjadi wanita nakal. Setiap hari keluyuran keluar rumah tidak tenti arah. Bahkan kadang selama berhari-hari tidak pulang ke rumah. Ia tak peduli dengan anaknya, sehingga selama ini menjadi beban Darti sebagai neneknya untuk mengasuh.

Selentingan orang kampung mengatakan, Dewi sekarang jadi wanita panggilan untuk memenuhi birahi para lelaki hidung belang. Sehingga para tetangga sudah maklum, ketika ia pulang tengah malam dalam kondisi sempoyongan karena mabuk.

Dewi sudah merasakan kenikmatan untuk mendapatkan uang dengan mudah, sehigga makin larut dalam dunia gelap measki kelihatannya serba glamor. Apalagi saat melihat dua saudaranya yang makin hari makin kesusahan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi. Dewi tak bisa membayangkan harus hidup susah.
Namun bagi Purbo maupun Darti, kondisi tersebut membuat orang tua itu makin tersiksa. Mereka hanya bisa menyalahkan diri sendiri, dulu telah memberikan contoh tidak baik pada anak-anaknya. Saat anak-anak sudah besar dan memiliki keluarga sendiri, semuanya telah terlambat dan sulit untuk diperbaiki. (Bersambung)

Read previous post:
Kepala Nila Sebagai Sumber Antioksidan

 IKAN nila termasuk jenis ikan air tawar populer di masyarakat. Cara mengolahnya pun cukup beragam seperti digoreng, dibakar, dibuat sup

Close