Datangnya Kenikmatan

HARI yang ditunggu itu akhirnya tiba. Yeyen mampu menyelesaikan kuliahnya lebih cepat dari yang direncanakan dan segera diwisuda. Bahkan ia lulus dengan status cumlaude. Atas prestasinya itu, Yeyen mendapat tawaran bea siswa untuk melanjutkan kuliah S2. Bukan hanya di dalam negeri namun juga di luar negeri. Namun Yeyen tak ingin meninggalkan jauh kakaknya, sehingga lebih memilih bea siswa masih di kota yang sama.

“Sebenarnya kakak tidak keberatan kalau Yeyen ingin kuliah di luar negri, kalau itu memang jadi cita-citamu,” kata Yono.
“Enggak kak, Yeyen ingin dekat-dekat saja dengan kakak. Di sini juga bisa melanjutkan pendidikan yang bermutu kok. Kalau soal kualitas sih, tergantung orangnya saja. Belum tentu juga lulusan luar negeri menghasilkan sarjana yang bermutu tinggi,” balas Yeyen.
“Itu terserah Yeyen saja, kakak sih cuma bisa mendukung,” kata Yono.

Meski pendidikan adiknya nanti akan jauh lebih tinggi dibanding dirinya, Yono tidak keberatan dan merasa minder. Ia sudah merasa puas mampu mengantar adiknya meraih cita-cita. Kesuksesan adiknya menjadi wisudawati terbaik makin lengkap, karena tiket untuk nai haji juga sudah didapat. Tahun ini, hanya beberapa minggu setelah acara wisuda Yeyen, mereka dijadwalkan akan berangkat haji.

Sungguh, Yono merasakan kenikmatan yang luar biasa telah ia dapatkan. Dua keinginannya yang sudah lama ia perjuangkan, kini telah terwujud di saat yang hampir bersamaan. Tak henti-hentinya ia mengucap syukur ke hadirat Illahi, atas rahmat yang telah dirasakannya.
“Di tanah suci nanti Yeyen bisa berdoa, semoga yang dicita-citakan segera terwujud. Kalau kakak tentu akan mendoakan ibu agar mendapat termpat terbaik di sisi Allah,” kata Yono.
“Iya kak, tapi jangan lupa kakak juga berdoa agar cepat diberi jodoh,” kata Yeyen bercanda.
“Husss, kalau itu nggak usah berdoa nanti juga akan datang dengan sendirinya,” balas Yono juga dengan bercanda.

“Nggak mungkinlah kak, jodoh datang sendiri kalau tidak diperjuangkan. Apa Yeyen carikan jodoh untuk kakak, banyak lho kak teman Yeyen yang cantik-cantik,” kata Yeyen.
“Kakak bisa cari sediri nanti. Lha kamu sendiri juga masih jomblo, masak malah mau mencarikan kakak.”
Dua kakak beradik itu memang sering bercanda. Mereka sudah merasakan pahit getir kehidupan bersama-sama, sehingga benar-benar paham dengan sifat masing-masing. Karena itu, dalam bercanda pun tak pernah sampai membuat mereka merasa sakit hati, bahkan makin menguatkan rasa persaudaraan di antara keduanya. (Bersambung)

Read previous post:
Kartun Jurukunci, Jumat (16/10/2020)

Close