Ditempa Oleh Keadaan

YONO dan Yeyen memang anak kandung Purbo. Namun mereka adalah anak tiri bagi Darti. Hal ini membuat perlakukan Darti pada keduanya pun jadi berbeda. Dari awal Darti sudah berniat anak-anak kandungnya yang harus lebih baik dibanding Yono dan Yeyen, yang merupakan anak Purbo dengan Yani.
Tak peduli bahwa secara hukum, sebenarnya Yono dan Yeyen lah yang lebih berhak atas seluruh kekayaan yang saat ini mereka nikmati.

Pasalnya, semua adalah hasil warisan dari orang tua Yani, yang tak lain adalah kakek nenek dari Yono dan Yeyen. Namun sejak meninggalnya Yani, semua dikuasai oleh Darti dan Purbo. Bahkan sebagian di antaranya sudah lenyap gara-gara digunakan untuk berfoya-foya dan berjudi.

Setelah Bagas dan Dewi menikah, posisi Yono dan Yeyen makin tersingkirkan. Dua keluarga kecil itu masing-masing diberi bagian untuk tempat tinggal, sehingga rumah besar itu makin lama terasa makin sempit. Terpaksa Yono dan Yeyen ‘disingkirkan’ sehingga harus menempati bagian yang sangat tidak layak. Mereka tak kuasa untuk melawan, karena Darti sebagai ibu tiri mereka sangat dominan. Sementara Purbo terlihat sekarang lebih sayang pada cucu-cucunya, anak-anak dari Bagas dan Dewi.

Setelah lulus SMA, Yono yang berniat untuk melanjutkan sekolah di perguruan tinggi juga tidak kesampaian. Darti tak bersedia untuk membiayai, sehingga Yono harus menerima kenyataan hanya bisa memegang predikat lulusan SMA. Ada keinginan untuk berontak, tapi tak ada yang bisa ia lakukan. Secara diam-diam, Yono pun mencoba untuk mencari penghasilan sendiri. Ia memang sebenarnya punya kecerdasan, sehingga banyak gagasan dan inovasi yang kemudian ia lakukan sendiri. Ilmunya yang didapat selama pendidikan di SMA ia manfaatkan, terutama berkaitan dengan kesukaannya uthak-uthik barang elektronik.

Yono bertekad ingin mandiri tidak menggantungkn hidupnya dari orang tua yang sudah tidak memperhatikan dirinya. Yono juga berpikiran, tak ingin adiknya, Yeyen bernasib dengan dirinya. Sehingga sedikit demi sedikit ia ingin mengumpulkan uang demi membiayai sekolah adiknya. Bermula dari satu dua orang yang minta tolong untuk memperbaiki radio dan televisi, akhirnya Yono lama kelamaan berpengalaman untuk memperbaiki barang-barang elektronik. Dari situ kemudian ada gagasan Yono untuk membuka jasa servis barang elektronik. Dalam waktu singkat pelanggannya makin banyak. Dan untuk lebih mengembangkan usahanya, Yono pun pindah ke kota, menyewa sebuah kios kecl untuk membuka usaha jasa servisnya. (Bersambung)

Read previous post:
Kartun Jurukunci, Sabtu (3/10/2020)

Close