Rencana Istri Kedua

PERNIKAHAN Purbo dengan Darti akhirnya dilaksanakan, dengan acara yang sangat sederhana. Hanya kerabat dekat serta tetangga kiri kanan yang hadir, karena niat keluarga Siman yang penting Purbo bertanggung jawab dan resmi menjadi suami Darti. Tak perduli dengan omongan tetangga yang mengatakan bahwa Darti telah merebut suami orang, hamil duluan, dan omongan miring lainnya.

Bagi Darti, pernikahan ini sedikt banyak mampu mengobati kekecewaannya saat ditinggal pergi begitu saja oleh Purbo. Bicara lahirnya memang ia menyebut, pernikahan ini hanya formalitas saja, agar anak dalam kandungan nanti lahir memiliki status seorang ayah. Namun dalam hati Darti, sudah ada rencana jangka panjang yang dipikirkannya matang-matang.

“Aku tak boleh lagi jadi permainannya Mas Purbo. Anak yang nantinya lahir akan menjadi pengikat yang tak mungkin dipisahkan lagi, sehingga ini harus bisa aku manfatkan sebaik-baiknya. Yani boleh jadi istri pertama, nanti akulah istri yang pertama kali memberi anak pada Mas Purbo,” kata Darti dalam hati.
Sebenarnya masih ada rasa cinta di hati Darti pada Purbo. Begitu pun ia beranggapan, Purbo pasti masih memiliki benih-benih cinta itu. “Akan kulakukan apapun, agar Mas Purbo melihat diriku sebagai istrinya yang utama,” tandas Darti.

Usai acara pernikahan, Purbo menjadi serba salah. Ia memikirkan Yani, yang saat ditinggal di rumah terlihat sangat murung. Begitu pun dengan ibu mertuanya, yang seolah tak rela melepas menantunya menikah lagi. Niatnya, usai pernikahan Purbo hendak pamit kembali ke rumah yani, karena sejak awal pembicaraan semua ini hanyalah formalitas belaka. Namun melihat situasi, Purbo jadi tidak sampai hati pergi begitu saja meninggalkan keluarga barunya itu.

Melihat suka cita Pak Siman dan wajah ceria Darti dalam menikmati seluruh acara, membuat Purbo timbul rasa iba. Sesekali ia jadi lupa dengan Yani, karena larut dalam kegembiraan keluarga Siman. Janjinya pada Yani dirinya akan pulang malam itu, akhirnya tidak bisa terlaksana.

Dengan cepat Darti menyeret Purbo masuk ke kamar, yang rupanya sudah disiapkan dan dihias layaknya kamar pengantin. Tak ada kesempatan lagi bagi Purbo untuk menolak, karena Darti menggiringnya agar malam itu menjadi milik mereka berdua. Akhirnya Purbo menjadi lupa daratan. Nafsu telah merasuki jiwanya, dan hal itu pula yang memang dikehendaki Darti. “Toh Darti sudah resmi menjadi istriku,” batin Purbo, yang sudah melupakan Yani, istri pertamanya yang tengah menangis sendiri di kamarnya. (Bersambung)

Read previous post:
Gunungkidul Bangun Sarpras Kawasan Utara

WONOSARI (MERAPI) - Pembangunan jalur jalan tol Yogya-Solo yang direncanakan ditargetkan selesai pada tahun anggaran 2025, diharapkan mampu memberi harapan

Close