Sakit Memikirkan Anak

APAPUN alasan yang disampaikan Purbo untuk menikah lagi, bagi Yani hal itu tetaplah menjadi pukulan yang sangat menyakitkan. Apalagi usia pernikahan mereka baru berlangsung beberapa minggu. Bahkan janji Purbo untuk tetap setia pada dirinya, sama sekali tak mampu mengurangi kepedihan hatinya.

Lebih terpukul lagi kedua orangtuanya. Sudah tentu kabar terebut akan membuat malu keluarga, selain nasib Yani yang merupakan anak semata wayang mereka. Kabar itu memang tak bisa ditutup-tutupi. Para tetangga dengan cepat mengetehui rencana pernikahan Purbo dengan Darti, sehingga perbagai tanggapan pun bermunculan.
“Kasihan Yani, baru saja menikah sudah harus mendapat cobaan berat,” kata seorang ibu.

“Memang Purbo yang kurang ajar. Sudah menghamili Darti kok ya nekat melamar Yani. Sekarang Pak Warjo yang haru kena getahnya menanggung malu,” sahut ibu lainnya.
“Ini aneh tapi nyata. Nanti istri muda justru punya anak lebih dulu dibanding istri tua,” timpal yang lainnya.

“Sudahlah, jangan suka bergunjing. Mereka sudah kena masalah jangan dibikin tambah malu. Coba kalau hal itu menimpa anak kita,” kata seorang ibu yang memang tak suka menggunjing persoalan rumah tangga orang lain.
Para tetangga selama ini memang menaruh hromat pada keluarga Pak Warjo, karena selain kekayaannya juga selama ini punya jiwa sosial yang tinggi di masyarakat. Karena itu, mereka juga ikut merasa simpati atas kejadian yang menimpa Yani, sekaligus cenderung mengecam Purbo.

Toh demikian, dukungan para tetangga tak mampu mengurangi kesedihan hati Bu Warjo. Dengan cepat kondisi kesehatan ibu Yani ini menurun secara drastis. Nasib yang menimpa Yani membuat Bu Warjo kepikiran, sehingga turut mempengaruhi kondisi fisiknya. Apalagi pada dasarnya Bu Warjo juga menderita penyakit darah tinggi. Kepalanya jadi pusing, badan terkulai lemas. Sehari-hari Bu Warjo hanya tergolek di tempat tidur, karena tidak mau dibawa berobat ke dokter.

“Aku tidak apa-apa Pak, nanti juga sembuh. Cuma capek saja, dipakai istirahat juga bakal sembuh,” kata Bu Warjo saat dibujuk suaminya untuk berobat ke dokter.
Pak Warjo tahu watak istrinya yang jarang sekali mau berobat. Namun kali ini ia agak khawatir, lantaran melihat secara kasat mata kondisi istrinya yang cukup memprihatinkan. (Bersambung)

Read previous post:
Dari Lebah Hasil Evakuasi, Komunitas di Bantul Produksi Madu Super

BANTUL (MERAPI) - Komunitas Tim Buser Lebah Madu Bantul berhasil memproduksi madu yang kini mulai dikirim ke berbagai daerah se-Indonesia.

Close