Dipaksa Beristri Dua

DIDESAK terus oleh Darti untuk bertanggung jawab, akhirnya Purbo pun menyerah juga. Daripada hidupnya tidak tenang sepanjang hari lantaran diteror mantan pacarnya itu, maka terpaksa Purbo menuruti saja apa kemauannya.

Tanpa sepengetahuan keluarga Pak Warjo, Purbo menemui orang tua Darti yang sebenarnya sudah tahu persoalan yang dihadapi anaknya. Darti memang sengaja memaksa Purbo untuk menemui orang tuanya, agar bersedia bertanggung jawab.

“Nak Purbo, sebagai orang tua, kami tentu prihatin dengan kejadian yang menimpa Darti. Tapi ibarat nasi sudah menjadi bubur, semua tak bisa balik lagi ke belakang. Nah, sekarang tinggal bagaimana kita mencari solusi terbaik, agar tak ada pihak yang dirugikan,” kata Pak Siman, orang tua Darti.

“Purbo nurut saja apa kata Bapak, karena semua ini memang kesalahan Purbo juga,” kata Purbo, yang seolah-olah berubah jadi lembek saat berhadapan dengan Pak Siman yang sosoknya punya wibawa.

“Bapak sudah mendengar semua dari cerita Darti. Bapak bisa maklum, kalau nak Purbo sekarang sudah terikat dalam pernikahan dengan perempuan lain. Tapi tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan, meski mungkin terpaksa ada yang merasa tidak terpuaskan.”
“Nggih Pak,” kata Purbo makin menundukkan kepala.

“Untuk Darti, kamu harus bisa menerima kenyataan bahwa Purbo itu sudah menjadi suami orang lain. Jadi tidak bisa terus kami miliki sepenuhnya,” kata Pak Siman beralih pada putrinya.
“Nggih Pak, yang penting bagi Darti, anak ini nanti ada bapaknya ketika lahir,” kata Darti.
“Nah, Purbo, kamu sudah mendengar sendiri apa yang dikehendaki Darti.”
“Nggih Pak, tapi Purbo harus bagaimana?”

“Bapak sama dengan Darti, yang penting anak itu nanti lahir memiliki bapak. Jadi mau tidak mau kamu harus menikah siri dengan Darti,” kata Pak Siman dengan tegas.
Dada Purbo berdegup kencang. Jika dirinya dipaksa menikah siri dengan Darti, maka otomatis dirinya harus memiliki dua istri sekaligus. Padahal ia tahu persisi, dirinya selama ini hanya numpang hidup di keluarga Pak Warjo. Karena itu, Purbo tak langsung bisa memberi jawaban atas usulan yang diampaikan Pak Siman.

“Kamu tidak bisa menolak usulanku ini. Jika tidak, maka terpaksa kamu akan Bapak laporkan ke polisi,” kata Pak Siman.
Purbo makin kaget dengan ucapan Pak Siman yang terakhir. “Wah bisa gawat kalau urusannya sampai ke polisi,” batin Purbo. (Bersambung)

Read previous post:
Positif Corona Tambah 8, Mayoritas Penularan Lokal

Close