Pintu Kesuksesan Terbuka


PERASAAN Berjo sudah lega, karena sudah bertemu dengan kedua orang tuanya dan juga saudara-saudara lainnya di kampung. Pintu maaf itu ternyata masih terbuka lebar, sehingga sekarang tak ada lagi hal yang mengganjal di hati. Pulang dari rumah orang tuanya, Berjo pun merasa sangat ringan langkahnya.
Kembali ke aktivitas sehari-hari, Berjo juga menjadi lebih semangat. ia teringat pesan orang tuanya, untuk mencari putrinya agar tidak putus silaturahmi. Namun sebelumnya itu dilakukannya, Berjo sudah bertekad untuk meraih kesuksesan terlebih dahulu.

Sepertinya masalah itu tinggal menunggu waktu saja, karena warung yang dikelola Berjo bisa berkembang dengan pesat. Tak disadari oleh berjo, bahwa ternyata restu dari orang tuanya telah memberi berkah luar biasa, berupa rezeki yang terus mengalir. Meski memang semua itu juga tak lepas dari upaya keras yang dilakukan Berjo.

Karni sebagai pemilik warung bakso yang dikelola Berjo pun ikut bangga. Sebagai teman yang berniat membantu dengan tulus iklhas, Karni bahkan kemudian menawarkan pada Berjo untuk membuka usaha sendiri tanpa bergantung orang lain.
“Jo, saya lihat kamu mampu mandiri. Warungku sudah ikut kamu besarkan sehingga pelanggannya makin banyak. Omzetnya sekarang melimpah. Itu juga menjadi rezekimu. ika kamu mau membuka usaha sendiri, aku tidak keberatan, karena setiap orang pasti juga ingin meraih kesuksesan,” kata Karni suatu saat.

Berjo sendiri kaget dengan tawaran yang diberikan Karni. Selama ini tak pernah terpikirkan ia bakal punya usaha sendiri. Terlebih lagi warung makan yang besar dan punya nama.
“Benar Karni? Aku boleh buka usaha sendiri. Apa kamu nggak takut nanti kesaing aku?” tanya Berjo.
“Rezeki sudah diatur Allah. Nggak apa-apa kamu buka warung bakso atau warung maan sendiri. Toh kamu sudah punya modal uang dan pengalaman, tinggal melaksanakan saja,” jawab Karni.
“Inikah pintuku menuju kesuksesan? Mudah-mudahan aku tidak salah jalan lagi,” kata Berjo dalam hati. (Bersambung)

Read previous post:
KESULTANAN CIREBON, KERAJAAN ISLAM PERTAMA DI JAWA (12-HABIS) – Bersahabat Baik dengan Kesultanan Mataram

Carita Sajarah Banten menyebutkan, Sunan Gunung Jati pada abad ke 15 membagi wilayah antara sungai Angke dan sungai Cipunegara menjadi

Close