Istri Bisa Cerai, Anak Tidak

SETELAH mengambil nafas sejenak, Berjo pun menceritakan tentang istri dan anaknya. Ia menuturkan perjalanan hidupnya secara runtun, agar orang tuanya bisa mengetahui dengan jelas. Dari kesulitannya mendapatkan pekerjaan yang mapan hingga akhirnya harus bercerai karena istrinya telah berselingkuh. Pak Dirgo dan Bu Dirgo pun mendengarkan dengan seksama.
Sekalipun hanya cerita dari satu pihak, namun Pak Dirgo yakin benar anaknya tidak berbohong. Ia mendidik sejak kecil untuk pantang berbohong, sehingga hal itu terbawa sampai Berjo dewasa.

Cerita tentang semua keburukan istrinya pun dipercaya Pak Dirgo, karena pasti Berjo tidak menambah maupu menguranginya.
“Lantas sampai sekarang kamu tidak tahu dimana anakmu?” tanya Pak Dirgo.
“Untuk bertemu saja tidak boleh, bagaimana Berjo tahu dia dimana sekarang. Sejak kami bercerai, Marjina mengajak Solehati pindah rumah dan Berjo tidak tahu alamatnya. Marjina sepertinya juga sudah sangat membenci Berjo, sehingga tak ingin anaknya diganggu gugat,” kata Berjo.

“Berjo, Bapak sebenarnya menyesalkan nasibmu seperti ini. Tapi yang lebih Bapak sesalkan, bagaimana mungkin kamu sampai harus putus hubungan dengan anakmu. Bolehlah kamu bercerai dengan istrimu dan kemudian tak berhubungan lagi. Namun beda dengan anak. Solehati itu darah dagingmu juga, ada darahmu yang mengalir di tubuhnya. Kami sebagai bapaknya tak boleh diputus begitu saja. Besok seandainya Solehati menikah, juga menjadi kewajibanmu sebagai bapaknya untuk merestui dan mendampinginya,” jelas Pak Dirgo.
Dalam hati Berjo membenarkan apa yang disampaikan ayahnya itu. Namun ia merasa tak berdaya selagi keadaan ekonominya belum membaik. Karena itu, ia sebenarnya sudah berjanji untuk menemui Solehati jika nanti sudah mencapai kesuksesan.
“Berjo sebenarnya juga pengin ketemu Solehati, Pak. Tapi Berjo penginnya nanti jika sudah mencapai kesuksesan, biar Solehati juga bangga dengan bapaknya,” kata Berjo.

“Bagus, itu namanya anak Bapak. Jangan menyerah dengan keadaan, Bapak dan Ibu selalu merestui langkahmu. Tapi usahakan janga terlalu lama, Bapak sudah tak sabar kamu membawa anakmu ke sini. Bapak sama Ibumu kan belum pernah melihat Solehati sejak lahir. Pasti sekarang sia sudah gede dan cantik,” kata Pak Dirgo yang membuat Berjo sendiri juga menjadi kian merindukan putrinya itu. (Bersambung)

Read previous post:
Olahan Bulus Dukung Kesehatan Kulit

BAHAN alami berkhasiat baik berasal dari satwa maupun tumbuhan sudah banyak yang mengenal. Bahkan sebagian warga telah merasakan manfaatnya, lalu

Close