Bermain Api

KEMISKINAN kadang membuat orang bisa berbuat nekat. Marjina yang sudah tidak tahan dengan keterbatasan ekonomi suaminya, mulai berbuat ulah. Awalnya memang dari ketidaksengajaan. Jenuh di rumah tanpa pekerjaan dan uang pula, maka Marjina pun hanya bisa bermain hape sebagai hiburannya.

Lewat fasilitas media sosial, Marjina pun berselancar di dunia maya menjalin komunikasi dengan banyak orang. Sampai akhirnya ia terhubung dengan teman semasa SMP. Teman laki-laki yang dulu sempat dihubung-hubungkan oleh teman-teman sekelas. Kala itu keduanya memang sempat sangat dekat, sehingga orang menyebutnya sebagai cinta monyet.

Harjino, temannya yang sudah lama hilang kontak itu tiba-tiba muncul. Mereka lantas berkomunikasi, berawal dari saling menanyakan kabar hingga lama-lama semakin akrab. Dalam waktu singkat, Marjina pun berani curhat ke Harjino, menceritakan masalah pribadi dan rumah tangganya yang disebutnya tak bahagia. Mereka pun mulai bermain api.
“Kalau kamu sekarang sudah punya anak berapa?” tanya Marjina balik mencoba mengorek pribadi Harjino, saat keduanya kontak lewat hubungan videocall.
“Aku belum punya anak ya,” jawab Harjino.
“Lho, memangnya sudah berapa tahun nikah, sih?”

“Baru tiga tahun, tapi rasanya sudah lama banget. Pengin deh rasanya menimang bayi, apalagi kalau bayi itu dari rahimmu,” kata Harjino sengaja menyerempet pembicaraan untuk memancing reaksi Marjina.
“Ah kamu itu, jangan gitu dong,” kata Marjino dengan manja.
“Tapi kamu juga mau kan?”
Dari pembicaraan yang nyerempet-nyerempet itu akhirnya keduanya semakin berani untuk mengutarakan suara hatinya. Apalagi fasilitas videocall memudahkan mereka untuk saling melihat secara langsung sekalipun berada di lokasi yang berjauhan.  (Bersambung)

Read previous post:
Pasien Positif Corona di Gunungkidul Sempat Rewang Hajatan

WONOSARI (MERAPI)- Seorang warga di Kecamatan Ponjong, Gunungkidul yang belakangan diketahui positif corona ternyata pernah rewang hajatan pernikahan tetangganya. Pasien

Close